Sunday, September 8, 2024

Pengertian Stres Kerja

 


Rasmun (2004), menjelaskan stres adalah suatu kondisi dinamis dimana
seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan atau sumber daya yang
terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya
dipandang tidak pasti dan penting. Hawari (2004) menjelaskan stres adalah
serangkaian perubahan biokimia dalam sejumlah organisme yang beradaptasi
terhadap berbagai macam tuntutan lingkungan.
Menurut Chaplin (2001), dalam bukunya kamus psikologi disebutkan
bahwa stres adalah suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun secara
psikis. Gray dan Smeltzer (dalam Atkinson, Atkinson dan Hilgard, 1991),
mendefinisikan stres sebagai munculnya reaksi psikologis yang membuat
seseorang merasa tegang cemas sebab orang tersebut merasa tidak mampu
mengatasi atau meraih tuntutan atau keinginannya.
Handoko (2008), mengatakan stres adalah suatu kondisi ketegangan
yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Hasilnya
stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk
menghadapi lingkungan, yang akhirnya mengganggu pelaksanaan tugas-
tugasnya, berarti mengganggu prestasi kerjanya.
Atkinson, Atkinson dan Hilgard (1991), mengatakan stres kerja
merupakan suatu kondisi yang negatif yang berhubungan dengan pekerjaan,
suatu kondisi yang mengarah ke timbulnya penyakit fisik atau mental, atau
mengarah ke perilaku yang tidak wajar. Sarafino (1998), mendifenisikan stres
sebagai suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses pikiran
dan kondisi fisik seseorang.
Lazarus dan Folkman (1984), menambahkan bahwa stres kerja
merupakan suatu tanggapan adaptif, ditengahi oleh perbedaan individual atau
proses-proses psikologis yang tidak menyenangkan karena karyawan tertekan
dalam bekerja. Perasaan ini disebabkan oleh hasil persepsi dan penilaian
karyawan yang menunjukkan adanya ketidakseimbangan atau ketidaksesuaian
antara karakteristik tuntutan pekerjaan dengan kemampuan dan kepribadian
karyawan.
Anoraga (2001), menyebutkan bahwa stres kerja merupakan suatu
bentuk tanggapan seseorang baik fisik maupun mental terhadap perubahan di
lingkungan kerja yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya
terancam, dalam bekerja hampir semua orang mengalami stres yang
berhubungan dengan pekerjaan mereka. Fraser (1992), berpendapat bahwa
stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami individu dalam menghadapi
pekerjaan. Stres kerja dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan mental
dan fisik karyawan.

No comments:

Post a Comment