Stres tidak selalu dikaitkan dengan hal-hal buruk, walau terkadang seringkali
dijelaskan dengan artian yang negatif, dikarenakan sebenarnya stres mempunyai nilai
positif apabila dijadikan sebagai peluang saat menawarkan potensi hasil.
Menurut Berney dan Selye (Dewi, 2012) mengungkapkan terdapat empat jenis stress:
- Eustres
Merupakan stres yang menumbuhkan respon stimuli yang berhubungan dengan
kelakuan dan energi, yang kemudian menimbulkan dampak yang berguna
terhadap seseorang saat merasakannya. - Distress
Distress adalah stres yang menimbulkan dampak membahayakan terhadap
seseorang yang mengalaminya. - Hyperstress
Merupakan stres yang memberikan efek besar terhadap individu yang
merasakannya. Walaupun dapat bersifat positif ataupun negatif namun stres ini
masih membatasi kemampuan seseorang untuk beradaptasi. - Hypostress
Hypostress adalah stres yang terjadi akibat menurunnya stimulasi.
Sedangkan Chovwen (2013) mendefinisikan stres kerja terbagi dua bagian, yakni: - Stres Positif (eustress)
Eustress secara inheren memiliki sifat konstruktif dan progresif, yang tak bisa
disingkirkan. Eustress merupakan wujud stres yang diakibatkan oleh pekerjaan
di tempat kerja yang menuntut pekerja untuk cerdas dan menumbuhkan
kemampuannya untuk menggapai tingkatan yang lebih tinggi. - Stres Negatif (distress)
Stres negatif memiliki sifat menghambat dan menurun pada perusahaan.
Distress menyebabkan pekerja menjadi tidak atau kontra produktif sehingga
memiliki efek sikap mudah tersinggung pada karyawan. Distress muncul dari
peran di tempat kerja yang tidak meningkatkan kemampuan karyawan secara
efektif atau yang melebihi kemampuan mereka guna menangani dan
beradaptasi dengan benar
No comments:
Post a Comment