Stres menurut Robbins dan Coulter (2010) merupakan reaksi negatif dari orang-
orang yang mengalami tekanan berlebih yang dibebankan kepada mereka akibat
tuntutan, hambatan, atau peluang yang terlampau banyak. Stres terjadi akibat
ketidakseimbangan antara tuntutan dan sumber daya yang dimiliki individu, semakin
tinggi kesenjangan terjadi semakin tinggi juga stress yang dialami individu, dan akan
mengancam.
Terdapat beragam arti dari stres kerja yang diungkapkan oleh para ahli.
Diantaranya, menurut International Labour Organization (ILO) mendefinisikan stres
kerja yaitu berupa respon fisik dan emosi yang muncul saat kebutuhan pekerjaan tidak
sesuai dengan kapabilitas, daya, dan kebutuhan pekerjanya. Definisi yang lebih
sederhana stres kerja adalah reaksi pada tekanan berlebihan terjadi di tempat kerja, baik
reaksi fisik maupun psikologis (HSE Executive, 2010). Sedangkan menurut Luthans
(2006) stres kerja adalah model keadaan emosional yang muncul selaku respons kepada
tuntutan di dalam dan di luar organisasi, dengan kata lain, stres di tempat kerja
dikaitkan dengan sikap negatif karyawan terhadap pekerjaan mereka. Pendapat lain
dari World Health Organization, (2003) mengartikan stres kerja adalah perbedaan
antara tekanan serta permintaan tetapi dapat juga di definisikan sebagai perbedaan
kemampuan dan pengetahuan. Kondisi tersebut tidak hanya berjalin dengan
kemampuan seseorang untuk mengatasi beban kerja namun juga kemampuan dan
pengetahuan orang yang tidak dipakai secara baik yang menyebabkan timbulnya
masalah bagi mereka. Sementara itu berdasarkan uraian Parker & DeCotis (1983) stres
kerja adalah pemahaman seseorang atau perasaan disfungsi individu karena keadaan
yang dialaminya di tempat kerja. Mereka menguraikan jika perasaan itu merupakan
kesadaran subjektif dari kesadaran emosional seseorang.
No comments:
Post a Comment