Donnelly, dkk (dalam Wahyudi, 2017: 159) mengidentifikasi penyebab stres
yaitu:
- Lingkungan fisik, merupakan masalah dalam pekerjaan kasar, pekerja merasa
cemas kurangnya keamanan kerja atau resiko tempat kerja yang dapat
membahayakan fisik mereka. Bentuk lain berupa polusi udara, suhu, cahaya,
atau suara yang gaduh ditempat kerja. - Individual, meliputi stres peran ganda, beban kerja berlebihan, tidak ada
kontrol tanggung jawab, dan kondisi kerja tidak kondusif. - Kelompok, meliputi hubungan atau komunikasi yg tidak harmonis dengan
rekan kerja, bawahan, atau atasan yang mengakibatkan menurunnya motivasi
kerja. - Organisasional, meliputi desain organisasi tidak jelas, iklim kerja tidak
kondusif, kebijakan yang tidak tepat.
Sopiah (2008: 87-89) berpendapat faktor yang mempengaruhi stres kerja berasal
dari 4 hal yaitu:
a. Lingkungan fisik, meliputi terlalu bising, kurang baiknya penerangan ataupun
risiko keamanan, dan setting kantor.
b. Stres karena peran atau tugas, meliputi konflik peran, peran mendua /
ambiguitas, beban kerja, karakteristik tugas (task characteristics).
c. Penyebab stres antar pribadi, stresor ini akan bertambah ketika karyawan
dibagi dalam divisi-divisi dalam suatu departemen yang dikompetisikan
untuk memenangkan target sebagai divisi terbaik dengan imbalan (reward)
yang menggiurkan, imbalan tersebut dalam istilah yang memotivasi, disebut
insentif.
d. Organisasi, pengurangan jumlah pegawai yang mengakibatkan pegawai
mengalami peningkatan beban kerja, peningkatan rasa tidak aman dan tidak
nyaman dalam bekerja serta kehilangan rekan kerja
No comments:
Post a Comment