Menurut Luthans (2006:442) ada beberapa faktor penyebab stres kerja
diantaranya :
- Stressor Ekstraorganisasi
Merupakan faktor stres kerja yang disebabkan dari luar perusahaan,
terbagi menjadi tiga yaitu :
a) Perubahan Sosial
Perubahan sosial dapat dilihat dari adanya perubahan tatanan
kehidupan sosial dalam masyarakat yang diantaranya meliputi pola
pikir yang semakin inovatif, kenyamanan dalam lingkungan, sikap,
serta kehidupan sosial untuk mendapatkan penghidupan yang lebih
bermanfaat.
b) Kesulitan Menguasai Globalisasi
Suatu proses yang terjadi karena adanya perubahan pandangan dalam
dunia dan adanya pertukaran pandangan oleh individu satu dengan
individu lainnya mengenai pemikiran, produk serta aspek kebudayaan
lainnya.
c) Dukungan Keluarga
Dukungan keluarga berdampak besar dalam kehidupan pekerjaan
seorang individu, biasanya terjadi pertengkaran antar anggota keluarga
seperti ada hubungan buruk antara orang tua, pasangan, anak-anak
yang dapat menyebabkan tertumpuknya pemikiran dalam seseorang
sehingga menyebabkan stres kerja. - Stressor Organisasi
Merupakan faktor penyebab stres kerja dari dalam organisasi itu
sendiri. Terkadang ada perubahan dalam perusahaan sehingga ada
perubahan dalam menentukan strategi untuk bersaing dengan
perusahaan lainnya. Maka terdapat beberapa akibat yang timbul karena
adanya intervensi dari perusahaan yakni diantaranya :
a) Kebijakan dari pimpinan yang terlalu otoriter tehadap karyawan,
menyebabkan karyawan merasa tidak nyaman di tempat kerja.
b) Ketidakjelasan tugas, perusahaan mungkin bisa saja memberikan
beban kerja pada karyawan karena adanya tuntutan perusahaan yang
tinggi, hal ini tentu dapat membingungkan karyawan dengan tugas
yang diberikan perusahaan yang akhirnya mengakibatkan stres kerja. - Stressor Kelompok
Stressor kelompok terjadi dalam organisasi yang dapat
dikategorikan menjadi 2 hal, yakni diantaranya :
a) Tidak menyenangkannya rekan kerja
Jika terjadi hubungan kurang baik antar rekan kerja maka kondisi ini
akan menyebabkan stres kerja karena seorang karyawan memerlukan
dukungan dari anggota kelompok yang kohesif sehingga dengan
berbagi masalah dan kebahagiaan maka dapat menjadikan mereka
merasa lebih baik.
b) Kurang adanya Kebersamaan dengan rekan kerja
Jika hubungan kebersamaan dengan rekan kerja memiliki intensitas
tinggi maka stres kerja bisa dikurangi. kurangnya kebersamaan akan
menyebabkan stres bisa jadi disebabkan oleh desain kerja, karena
dibatasi, atau ada anggota kelompok yang menyingkirkan karyawan
lainnya. Studi Hawthornemembahas bawah kebersamaan atau
kohesivitas salah satu hal yang penting bagi karyawan. - Stressor Individu
Merupakan faktor penyebab stres dari dalam individu. Faktor stres
yang dapat berpengaruh dalam diri individu bisa jadi karena adanya
beban kerja, peran ganda, serta terbatasnya waktu kerja. Pola
kepribadian karyawan juga merupakan salah satu faktor terpenting
adanya stres kerja oleh diri individu itu sendiri. Ketika seorang
karyawan mengalami stres terdapat berbagai macam emosi tergantung
kepribadian dirinya. Misal ada yang stres namun masih terlihat biasa
saja dan ada juga yang berlebihan. Karyawan di tuntut bekerja dengan
intensitas tinggi, tentu saja akan mengalami stres. Untuk itu para
individu harus bisa mengontrol emosinya
No comments:
Post a Comment