Stres merupakan kondisi emosi negatif berupa ketegangan yang
mempengaruhi munculnya reaksi fisiologis, psikologis dan perilaku (stress
reduction) yang dilakukan manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
yang dapat berupa peristiwa kejadian yang menekan, mengancam, dan
membahayakan (stressor) Taylor (dalam Raudatussalamah, dan Fitri, 2012).
Menurut Hardjana (2006) stres adalah keadaan atau kondisi yang tercipta
bila transaksi orang yang mengalami stres dan hal yang dianggap mendatangkan
stres membuat orang yang bersangkutan melihat ketidak sepadanan, entah nyata
atau tidak nyata, antara keadaan atau kondisi dan sistem-sistem sumber daya
biologis, psikologis, dan sosial yang ada pada dirinya.
Menurut Ekawarna (2018) Stres kerja adalah stres yang berkaitan dengan
pekerjaan. Selain itu menurut definisi WHO, stres pekerjaan adalah tanggapan
orang-orang pada saat tuntutan dan tekanan kerja tidak sesuai dengan pengetahuan
dan kemampuan mereka dalam mengatasinya. Stres kerja merupakan suatu
pengalaman stres yang berhubungan dengan pekerjaan Bliese dan Jex (dalam
King, 2012)
Menurut Munandar (2001) stres kerja yang dialami tidak lepas pada
interaksi pada lingkungannya. Lingkungan sekitarnya dalam proses interaksi
tersebut, seseorang dapat mengalami stres, yang dapat berkembang, serta
menjadikan seseorang tersebut berada dalam tekanan, sakit secara fisik maupun
secara mental, sehingga tidak dapat bekerja dengan optimal, dikarenakan kondisi
fisik maupun mental, sehingga tidak dapat bekerja dengan optimal, dikarenakan
kondisi fisik maupun mental (emosi) yang terganggu.
Stres kerja sendiri adalah pola kondisi emosional yang terjadi dalam
merespons terhadap tuntutan dari dalam maupun dari luar organisasi. Dengan kata
lain stres kerja memiliki hubungan dengan perasaan negatif karyawan tentang
pekerjaan mereka Luthans (dalam Cahyono, dan Koentjoro, 2015). Menurut
Siagian (dalam Fatikhin, dkk, 2017) menyebutkan bahwa stres kerja merupakan
kondisi di mana terjadi ketegangan yang mengakibatkan perubahan terhadap
kondisi fisik, jalan fikiran, dan emosi. Apabila stres yang timbul tidak diatasi
dengan segera, maka akan berakibat pada kemampuan seseorang berinteraksi
secara baik dengan lingkungan sekitarnya.
Sementara menurut Margianti (1999) stres kerja adalah suatu kesatuan fisik
yang berkait dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Menurut Dainess (dalam
Fuad, dan Puspitawati, 2017) Stres kerja merupakan suatu kondisi dinamik
didalam diri seseorang. Di mana reaksi pada setiap orang tidak sama walaupun
terhadap situasi stres yang sama, seseorang akan mempersepsikannya berbeda
karena setiap orang memiliki peta kognitif hal ini menimbulkan ketegangan
karena interaksi antara individu dengan lingkungannya, seseorang mengeksplorasi
dirinya hingga muncul pengalaman yang pernah dialaminya sehingga terjadi
ketidakseimbangan.
Seseorang memberikan kontribusi pada peristiwa tersebut, konfrontasi ini
akan memengaruhi badan seseorang karena adanya perubahan biokimia, hingga
sejumlah organisme beradaptasi, oleh karena itu setiap orang berproses dalam
menghadapi stres, hal ini tentunya dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkan
oleh seseorang
No comments:
Post a Comment