Belajar
adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar
oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan pengetahuan atau kemahiran yang
sedikit permanen. Proses belajar akan berjalan dengan baik apabila disertai
dengan tujuan yang jelas. Tujuan belajar yaitu agar terjadinya perubahan
tingkah laku sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya, sehingga perubahan tersebut bermakna dan bermanfaat bagi dirinya
sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sedangkan menurut Undang-undang Sistem Pendidikan
Nasional Nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa,“pembelajaran adalah proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkunganbelajar”. Dari berbagai pendapat pengertian pembelajaran di atas,
maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses
kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat menerima materi
pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematik dan saling mempengaruhi
dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada
suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi,
yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu
ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/ media dan penerima pesan adalah
komponen-komponen proses komunikasi. Proses yang akan dikomunikasikan adalah
isi ajaran ataupun didikan yang ada dalam kurikulum, sumber pesannya bisa guru,
siswa, orang lain ataupun penulis buku dan media. Demikian pula kunci pokok
pembelajaran ada pada guru (pengajar), tetapi bukan berarti dalam proses
pembelajaran hanya guru yang aktif sedang siswa pasif. Pembelajaran menuntut
keaktifan kedua belah pihak yang sama-sama menjadi subjek pembelajaran. Jadi,
jika pembelajaran ditandai oleh keaktifan guru sedangkan siswa hanya pasif,
maka pada hakikatnya kegiatan itu hanya disebut mengajar. Demikian pula bila
pembelajaran di mana siswa yang aktif tanpa melibatkan keaktifan guru untuk
mengelolanya secara baik dan terarah,
maka hanya disebut belajar. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran
menuntut keaktifan guru dan siswa, sehingga akan tercipta suatu Proses Belajar
Mengajar ( PBM ) yang sesuai dengan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif,
Efektif, dan Menyenangkan ( PAIKEM )
Tuesday, December 4, 2018
Karakteristik Siswa Kelas V (skripsi dan tesis)
Menurut Evelyn 1. Schurr (Evelyn
1. Schurr dalam Syamsir Azis 2005), siswa kelas 5 sekolah dasar mempunyai
karakteristik antara lain :
1) Pengembangan koordinasi lebih tinggi
2) Perbedaan jenis kelamin lebih besar
pada skill, minat lebih mungkin beberapa permainan dan pertandingan
dengan sejenis, hal-hal bermain lebih bersemangat dan besar dari perempuan.
3) Skill dan fisik yang baik
adalah penting, pada penerimaan sosial.
4) Kemauan dan kesetiaan tinggi pada
kelompok dan gang.
5) Kesadaran sosial dan keinginan untuk
mengatur pada permainan dan tanggung jawab yang lebih besar.
6) Pengurangan kelenturan.
7) Pertumbuhan otot
pada anak laki–laki meningkat, kebanyakan anak perempuan dalam masa puber.
Tujuan Pendidikan Jasmani (skripsi dan tess)
Samsudin
(2008:3) tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan jasmani antara lain :
1) Meletakkan landasan karakter yang
kuat melalui internalisasi dalam pendidikan jasmani.
2) Membangun landasan kepribadian yang
kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan
budaya, etnis dan agama.
3) Menumbuhkan kemampuan berpikir kritis
melalui tugas-tugas pembelajaran pendidikan jasmani.
4) Mengembangkan sikap sportif, jujur,
disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, percaya diri, dan demokratis melalui
aktivitas jasmani.
5) Mengembangkan keterampilan gerak dan
keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan olahraga, aktivitas
pengembangan, senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air), dan pendidikan
luar kelas (outdoor education).
6) Mengembangkan keterampilan
pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani
serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani.
7) Mengembangkan keterampilan untuk
menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
8) Mengetahui dan memahami konsep
aktivitas jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran dan
pola hidup sehat.
9) Mampu mengisi waktu luang dengan
aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.
Bidang Miring (skripsi dan tesis)
Bidang miring merupakan peralatan
yang bekerja berdasarkan prinsip pesawat sederhana yang berfungsi untuk
meringankan pekerjaan sehingga memudahkan dalam pemindahan benda. Menurut
Zainuri (2011:3), bidang miring adalah suatu permukaan datar yang memiliki suatu
sudut, yang bukan sudut tegak lurus, terhadap permukaan horizontal. Tangga
rumah dibuat landai dan jalan di sekitar pegunungan dibuat berkelok-kelok
merupakan beberapa dari sekian banyak contoh penerapan bidang miring. Sejarah
penggunaan bidang miring sesungguhnya telah ada sejak ribuan tahun silam.
Orang-orang Mesir kuno memanfaatkan bidang miring untuk mengangkat batu raksasa
ketika membangun piramida, sekitar tahun 2700 SM hingga 1000 SM.
Semakin
landai atau kecil sudut kemiringan suatu bidang miring maka semakin kecil pula
gaya yang dibutuhkan dan sebaliknya semakin terjal atau besar sudut kemiringan
bidang miring maka semakin besar pula gaya yang diperlukan untuk pemindahan
benda.
Dalam penelitian ini, bidang
miring digunakan untuk mempermudah siswa dalam melakukan guling belakang.
Matras yang diposisikan dengan kemiringan tertentu akan membuat gerakan guling
belakang siswa lebih mudah. Hal ini dikarenakan adanya gaya gravitasi yang
mempengaruhi gerakan guling belakang siswa sehingga badan siswa tertarik ke
belakang pada saat mengguling.Matras diposisikan dengan sudut kemiringan yang
bervariasi berdasarkan prosedur penggunaan yang telah dibuat oleh guru. Pada
fase awal sudut yang digunakan relatif besar sehingga siswa akan merasa mudah
dalam melakukan guling belakang. Selanjutnya sudut kemiringannya dikurangi
secara periodik berdasarkan instruksi guru dan sejalan dengan meningkatnya
kesulitan siswa dalam melakukan guling belakang. Tujuan akhirnya adalah siswa
dapat melakukan guling belakang tanpa bantuan bidang miring lagi. Bidang miring
digunakan oleh siswa hanya sebagai alat bantu mempermudah gerakan guling belakang
pada senam lantai serta meningkatkan hasil belajar atau kemampuan guling
belakang siswa.
Peranan Fleksibilitas dalam Senam Lantai (skripsi dan tesis)
Fleksibilitas memegang peranan
penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari baik dalam dunia anak-anak maupun
orang dewasa. Dalam dunia anak-anak, fleksibilitas sangat penting karena dunia anak-anak
adalah dunia bermain. Kegiatan bermain membutuhkan kelincahan, dan kelincahan membutuhkan
fleksibilitas.
Agar elastisitas otot dapat
diperoleh dengan hasil yang maksimal, maka latihan untuk meningkatkan
fleksibilitas sangat diperlukan, sebab fleksibilitas seseorang dapat menurun
apabila tidak dilatih. Fleksibilitas sangat berperan hampir di seluruh cabang
olahraga. Cabang-cabang olahraga yang menuntut banyak gerak seperti senam
lantai juga memerlukan fleksibilitas yang tinggi. Fleksibilitas yang baik akan
menghindarkan seseorang dari cedera pada saat melakukan gerakan yang berkaitan
dengan kelenturan otot dan sendi. Selain itu, fleksibilitas juga dapat membuat
suatu gerakan menjadi lincah dan efektif.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fleksibilitas (skripsi dan tesis)
Faktor-faktor yang mempengaruhi
fleksibilitas di antaranya: (1) Otot, jaringan ikat memberikan kelentukan pada
otot, yakni sifat fisik yang menentukan daya rentang otot. Karena otot
seringkali melewati persendian, komponen otot elastis menjadi faktor yang
membatasi kelentukan sendi. (2) Tendon, Tendon merupakan sekumpulan jaringan
penunjang tempat otot dapat melekat pada tulang. Tendon menghubungkan otot
dengan tulang seperti tali. (3) Ligamen, merupakan pembalut dari jaringan
penghubung yang kuat yang fungsi utamanya adalah untuk menguatkan sendi.(4)
Struktur sendi, Susunan bentuk sendi menentukan kemampuan gerakan seseorang dan
masing-masing susunan persendian juga menyebabkan perbedaan fungsi yang khusus.
(5) Usia, Fleksibilitas seseorang meningkat pada masa kanak-kanak dan berkurang
bersamaan dengan bertambahnya usia. (6) Jenis kelamin, wanita lebih lentur
daripada laki-laki karena tulang-tulangnya lebih kecil dan otot-ototnya lebih
sedikit daripada laki-laki. (7) Suhu tubuh atau suhu otot. Suhu tubuh dan suhu
otot mempengaruhi luas suatu gerakan. Suhu tubuh dan suhu otot dapat
ditingkatkan dengan melakukan pemanasan.
Pengertian Fleksibilitas (skripsi dan tesis)
Menurut Harsono sebagaimana dikutip
oleh Deni Kurniawan (2012:16) mengungkapkan bahwa fleksibilitas adalah
kemampuan untuk melakukan gerakan dalam ruang gerak sendi. Maksud pernyataan
tersebut yaitu fleksibilitas berhubungan dengan ruang gerak di sekitar sendi.
Fleksibilitas dapat diartikan sebagai
kemampuan untuk melakukan gerak dalam ruang gerak sendi. Kemampuan yang
dimaksud disini menunjukkan modal awal untuk menampilkan suatu keterampilan
yang memerlukan ruang gerak sendi yang luas serta melakukan gerakan-gerakan
yang cepat dan lincah. Luasnya ruang gerak sendi sangat berpengaruh terhadap
keberhasilan seseorang dalam menampilkan gerakan.
Fleksibilitas mempunyai peranan
penting baik dalam menunjang aktivitas kegiatan sehari-hari, maupun keluwesan
dalam gerak seperti senam, atletik, dan cabang-cabang olahraga permainan
lainnya yang memerlukan fleksibilitas yang tinggi. Fleksibilitas yang dimiliki
seseorang dapat mengindikasikan kelincahan seseorang dalam bergerak.
Subscribe to:
Comments (Atom)