Sunday, December 23, 2018

Cakupan dan Kaitan Ergonomi (skripsi dan tesis)



Sebenarnya kaitan antara orang dengan rekan kerjanya, penyelia (supervisor), manajemen, dan keluarga berada juga pada cakupan ergonomi, akan tetapi kini hal-hal tersebut tidak dimasukkan ke dalam lingkup ergonomi. Biasanya butir-butir tersebut  diliput dalam bidang sosiologi. Subyek cakupan lain yang juga bertumpang-tindih dengan ergonomi ialah masalah kesehatan industrial, teristimewa yang menyangkut masalah racun dan jenis musibah lainnya. Mempelajari masalah musibah memang bukan merupakan tugas ergonomi, akan tetapi pada masalah tertentu akan ada kemungkinan di mana ahli ergonomi, pengobatan dan kesehatan harus bekerjasama dalam menemukan metode kerja yang aman dan selamat.
Ada sejumlah disiplin ilmu dan teknologi yang besar kontribusinya kepada ergonomi. Dari anatomi dan fisiologi kita akan mempelajari tentang struktur dan berfungsinya badan manusia. Anthropometri memberi informasi tentang ukuran tubuh. Psikologi terapan berupaya untuk menemukan parameter dari tingkah laku manusia. Pengobatan industrial dapat membantu untuk merumuskan kondisi kerja yang tidak akan merusak struktur manusia. Dari ilmu fisika dan rekayasa dapat memberi sumbangan pengetahuian tentang kondisi yang dapat menyenangkan karyawan.
            Hasil dari berbagai riset itulah digabung dengan segmen pengetahuan yang telah terkumpul, kemudian dijadikan landasan bagi ergonomi dan pengembangan. Hasil riset hanya bermanfaat setelah diuji-cobakan di dalam praktek. Dan karena ergonomi berkaitan dengan orang yang bekerja, maka penerapannya akan dilakukan di kawasan industri ataupun di tempat-tempat kerja lainnya yang kecuali efektivitas dan efisiensi juga memasukkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan sebagai sasaran organisasinya.




Definisi dari Ergonomi (skripsi dan tesis)


Istilah ergonomi berasal dari bahasa latin yaitu ERGON (KERJA) dan NOMOS (HUKUM ALAM) dan dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain/perancangan.   
Ergonomi berkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan manusia di tempat kerja, di rumah, dan tempat rekreasi. Didalam ergonomi dibutuhkan studi tentang sistem dimana manusia, fasilitas kerja dan lingkungannya saling berinteraksi dengan tujuan utama yaitu menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya. Ergonomi disebut juga sebagai “Human Factors”. Ergonomi juga digunakan oleh berbagai macam ahli/profesional pada bidangnya misalnya: ahli anatomi, arsitektur, perancangan produk industri, fisika, fisioterapi, terapi pekerjaan, psikologi, teknik industri. (Definisi diatas adalah berdasar pada Internasional Ergonomics Association). Selain itu ergonomi juga dapat diterapkan untuk bidang fisiologi, psikologi, perancangan, analisis, sintesis, evaluasi proses kerja dan produk bagi wiraswastawan, manajer, pemerintahan, militer, dosen, dan mahasiswa.
Penerapan ergonomi pada umumnya merupakan aktivitas rancang bangun (desain) ataupun rancang ulang (re-desain). Hal ini dapat meliputi perangkat keras seperti misalnya perkakas kerja (tools), bangku kerja (benches), platform, kursi, pegangan alat kerja (workholders), sistem pengendali (controls), alat peraga (displays), jalan/lorong (acces ways), pintu (doors), jendela (windows), dan lain-lain. Masih dalam kaitan dengan hal tersebut diatas adalah bahasan mengenai rancang bangun lingkungan kerja (working environment), karena jika sistem perangkat keras berubah maka akan berubah pula lingkungan kerjanya.
            Disamping itu ergonomi juga memberikan peranan penting dalam meningkatkan faktor keselamatan dan kesehatan kerja, misalnya: desain stasiun kerja untuk alat peraga visual (visual display unit station). Hal ini adalah untuk mengurangi ketidaknyamanan visual dan postur kerja. Desain suatu peletakan instrumen dan sistem pengendali agar didapat optimasi dalam proses transfer informasi dengan dihasilkannya suatu respon yang capat dengan meminimumkan resiko kesalahan, serta supaya didapatkan optimasi, efisiensi kerja, dan hilangnya resiko kesehatan akibat metode kerja yang kurang tepat.

Verifikasi dan Validasi Model (skripsi dan tesis)



Setelah model dibuat, maka tahapan berikutnya adalah melakukan verifikasi dan validasi terhadap model. Verifikasi dari suatu model adalah proses mendemonstrasikan bahwa model benar-benar bekerja sesuai keinginan yang diharapkan dengan mengacu kepada literatur dari pemodelan yang dilakukan. Verifikasi juga merupakan upaya untuk melacak kesalahan yang mungkin terjadi dalam model melalui proses debug sehingga dapat diperbaiki dan dapat menghasilkan suatu model yang diyakini dapat berjalan dengan baik dan benar.
Selama pembuatan model, harus diperhitungkan seberapa dekat model merefleksikan definisi sistem. Proses menentukan tingkat korespondensi (hubungan) model terhadap sistem yang sesungguhnya, atau paling tidak sesuai dengan dokumen yang menspesifikasikan model, disebut dengan validasi.
Tujuan dari validasi adalah memberikan  keyakinan bahwa model benar-benar mempresentasikan sistem sesuai pemodelan yang dilakukan, sehingga semua kesimpulan yang mungkin ditarik dari hasil simulasi mengenai sistem dapat diterima dan dipertanggungjawabkan sampai batas-batas tertentu.
Validasi dapat dilakukan dengan memeriksa kesesuaian struktur model, dengan membandingkan  hasil keluaran  dari simulasi dengan hasil yang terjadi pada sistem sebenarnya yaitu menghitung nilai rata-rata masing-masing simulasi model yang ingin divalidasi dan nilai rata-rata dari sistem nyata kemudian dibuat perbandingan. Dalam hal ini menggunakan uji kesamaan dua rata-rata dan uji variansi. Uji ini untuk membandingkan sistem nyata dengan model simulasi, apakah terdapat perbedaan yang nyata dari sistem nyata dengan model simulasi. Uji kesamaan dua rata-rata diperlakukan pada data output sistem nyata dengan model simulasi.

Simulasi Arena 3 (skripsi dan tesis)



Untuk membangun model  dan menjalankan (run) model  dari sistem manufaktur seperti assembly Lines, flowlines, Job Shop, fork Truck, Conveyor dan Sistem Non Manufaktur seperti Retail and restaurant facilities, logistic system, maintenance system dapat menggunakan software Arena 3.
Arena 3  adalah sebuah program penyusun model dan juga merupakan simulator. Arena merupakan percampuran dari 2 kategori diatas, kombinasi antara kemudahan pemakaian yang dimiliki high level program dan fleksibilitas / kelenturan yang menjadi ciri general purpose  bahasa simulasi.
Arena 3 masuk dalam kategori high level program karena ia bersifat sangat interaktif, pengguna dapat membangun sebuah model hamper sama mudahnya dengan membuat poster dengan menggunakan Corel draw atau membangun flowchart dengan Visio. Hal yang membedakan hanyalah, dalam Arena 3 dibutuhkan pengetahuan mengenai sistem yang akan diamati sebelum memodelkannya.
Sedangkan predikat general purpose-pun disandangnya karena dengan Arena 3 pengguna dapat membangun model, templates dan bahkan pengguna dapat membuat sendiri, modul jika diperlukan dengan menggunakan bantuan program seperti Visual basic, FORTRAN dan bahkan C/C++. Dalam professional edition Arena 3 memfasilitasi pengguna yang ingin membangun sendiri modul dan templatenya.
Mengenai orientasi apa yang dianut oleh Arena 3, Arena 3 secara lugas menggabungkan kedua orientasi tersebut. Disatu sisi ia memodelkan sistem dengan process orientation dan disisi lain yang lain ia memberikan informasi mengenai kejadian dalam sistem secara event orientation (Arya Wirabhuana, 1999)
Setelah penyusunan model maka seterusnya melakukan pemeriksaan apakah model sesuai dengan permasalahan yang sebenarnya (validasi model), dengan cara melihat asumsi-asumsi yang berlaku pada model apakah sesuai dengan permasalahan sebenarnya. Selanjutnya dilakukan tahap analisis model untuk mencari solusi dari model yang bersangkutan.

Pengertian Simulasi (skripsi dan tesis)



Simulasi merupakan pemodelan suatu proses atau sistem sedemikian rupa sehingga model menyerupai sistem nyata dengan segala event yang terjadi didalamnya. Simulasi adalah proses perancangan model dari suatu sistem nyata yang pelaksanaan eksperimen-eksperimen debngan model ini untuk tujuan memahami tingkah laku sistem serta menyusun strategi sehubungan dengan operasi sistem tersebut.
Simulasi dapat digunakan sebagai alat yang dapat memberikan informasi alam kaitannya dengan proses pengambilan keputusan, karena proses pengambilan keputusan akan memakan waktu yang lebih singkat dengan bantuan simulasi.

Pemodelan Sistem (skripsi dan tesis)



Pada umumnya literature tentang model sepakat untuk mendefinisikan kata ”model” sebagai suatu representasi atau formalisasi dalam bahasa tertentu (yang disepakati) dari suatu kondisi sistem nyata. Adapun sistem nyata adalah sistem yang sedang berlangsung dalam kehidupan, sistem yang dijadikan titik perhatian dan dipermasalahkan. Dengan demikian, pemodelan adalah proses membangun atau membentuk sebuah model dari suatu sistem nyata dalam bahasa formal tertentu (Togar Simatupang, 1994).
Model digunakan untuk memberikan gambaran (description), memberikan penjelasan dan memberikan  perkiraan dari realita yang diselidiki.

Pendekatan Sistem dan Konsep Sistem Antrian (skripsi dan tesis)



Pendekatan sistem memberikan suatu kerangka yang menyeluruh dalam menyelesaikan bermacam-macam permasalahan yang ada. Dengan menggunakan pendekatan sistem, dunia nyata yang berhubungan dengan masalah dipandang sebagai sistem dan pemecahan masalah dipandang sebagai suatu studi dari sistem tersebut dengan tujuan tertentu yang telah ditentukan. Langkah penting dari tahap ini adalah mendiskripsikan sistem tersebut secara tepat.
a.    Sebagai langkah awal adalah mendefinisikan masalah yang diangkat dari dunia nyata. Tahap ini merupakan tahap yang paling kritis karena akan menentukan arah tahap-tahap selanjutnya.
b.      Pemecahan masalah yang diangkat, dianggap sebagai suatu studi, harus mempunyai tujuan yang jelas. Kejelasan pemecahan masalah akan menentukan kelancaran proses pencarian solusi dari permasalahan.
c.       Dunia nyata yang berhubungan dengan masalah yang diangkat dipandang sebagai sistem. Langkah penting untuk mengetahui gambaran sistem yang dimaksud adalah dengan mendiskripsikan keseluruhan secara tepat.
d.      Pada umumnya permasalahan dari dunia nyata adalah sangat kompleks, Oleh sebab itu perlu dilakukan penyederhanaan (simplifikasi), karena tidak semua faktor dari sistem nyata dapat diambil untuk proses pemodelan dalam menyelesaikan masalah yang dipertimbangkan saja.
e.       Karakterisasi sistem merupakan hasil dari simplifikasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang relevan utuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang diangkat.
Dalam menggambarkan suatu sistem, seseorang harus memiliki pemahaman dan konsep-konsep yang digunakan dalam pendekatan sistem, serta pengertian-pengertian yang jelas tentang sistem itu sendiri.
Berikut akan dijelaskan mengenai konsep sistem, karakteristik sistem, parameter dan variabel sistem, serta lingkungan sistem.
a. Konsep Sistem
Sistem adalah sekumpulan obyek yang tergabung dalam suatu interaksi atau saling ketergantungan atau interdepensi yang teratur (Sandi Setiawan, 1991).
Pendapat yang lain, sistem didefinisikan sebagai sekumpulan elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan didalam suatu lingkungan yang kompleks (Ali Basyah Siregar, 1992).
b.  Karakterisasi Sistem
Merupakan diskripsi parsial dari sistem nyata yang hanya berhubungan dengan permasalahan yang diangkat. Karakterisasi sistem berkenaan dengan permasalahan yang meliputi : hubungan interaksi (relasi), derajat ketelitian, sistem statik dan dinamik, waktu kontinyu dan diskrit, serta sistem deterministik dan stokastik.
1. Hubungan Interaksi (relasi)
Hubungan interaksi antar komponen digambarkan melalui hubungan antar variabel-variabel dari komponen yang berinteraksi. Hubungan “cause effek” ini menghasilkan sesuatu yang dinamakan dengan hubungan sebab akibat.
Dalam beberapa sistem, tidak semudah untuk mengidentifikasikan dan mendefinisikan hubungan kausal antar variabel-variabelnya. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu, mungkin terdapat lebih dari satu sebab untuk sebuah akibat pada suatu sistem tertentu.
2. Derajat Ketelitian
Jika struktur dalam (inner) sistem tidak diketahui dan sistem digambarkan hanya dengan variabel-variabel yang berinteraksi dengan lingkungannya saja sering dinamakan dengan “Black-box”. Sebaliknya, jika struktur dalam sistem digambarkan secara rinci dengan melalui seluruh komponen dalam suatu sistem beserta atribut-atributnya (melalui variabel dan hubungan-hubungan). Dalam hal ini sistem dipandang sebagai suatu “White-box” atau yang biasa dinamakan “Transparent-box”.
Derajat ketelitian diperlukan untuk menggambarkan suatu sistem secara tepat dalam hubungan dengan banyak faktor. Jika seluruh perincian dimasukkan dalam penggambaran suatu sistem, maka hal ini bias menjadi tidak teratur atau menjadi lebih rumit. Namun sebaliknya, jika perincian penting diabaikan, maka penggambaran sistem  menjadi tidak lengkap. Oleh sebab itu, diperlukan batas tertentu untuk mengadakan suatu studi.
3.  Sistem statis dan dinamik
Dalam sistem statis, aspek waktu tidak banyak berpern sehingga variabel-variabel dan hubungan yang digambarkan oleh sistem bersifat tidak terikat dengan waktu (time-independent).
Sebaliknya, dalam sistem dinamik, aspek waktu sangat berperan sehingga variabel-variabel dan hubungan-hubungan yang digambarkan sistem senantiasa berubah-ubah sesuai waktu.
4. Waktu Kontinyu dan Diskrit
Jika elemen waktu diperlukan secara kontinyu maka variable-variabel sistem harus digambarkan untuk setiap waktu selama interval waktu pengamatan yang telah ditentukan. Sebaliknya, jika elemen waktu diperlukan secaraa diskrit, maka variabel-variabelnya digambarkan hanya untuk saat-saat tertentu yang relevan saja.
Apabila penggunaan waktu secara kontinyu terlalu rinci maka dalam kondisi tersebut, seseorang harus memilih penggunaan waktu secara diskrit dengan perubahan-perubahan waktu yang berlainan. Jika interval perubahan cukup besar, maka didapat penggambaran sistem secara kasar.
5.  Sistem Deterministik dan Stokastik
Suatu sistem dikatakan deterministik jika nilai-nilainya dapat diasumsikan oleh variabel-variabel untuk sistem statis atau perubahan-perubahan variabel dapat diprediksi secara pasti untuk sistem dinamik jika tidak, maka ketidakpastian akan menjadi ciri penting dari sistem tersebut dan nilai-nilai yang diasumsikan oleh variabel-variabel atau perubahan dalam variabel-variabel tersebut, akan terjadi secara random dan tidak dapat diprediksikan. Sistem seperti ini biasa dapat disebut sistem probabilistik atau sistem stokastik.
Jika ketidakpastian tidak dominan (tidak berarti) maka dapat diabaikan dan sistem dipandang sebagai sistem deterministik. Hal ini merupakan proses penyederhanaan (simplifikasi) atau idealisasi. Jika ketidakpastian sangat dominan (cukup berarti) maka tidak bisa diabaikan begitu saja, dan harus dipertimbangkan dalam proses karakterisasi sistem
c. Parameter dan Variabel Sistem
Atribut suatu komponen sering dinamakan dengan parameter dan variabel. Parameter adalah atribut intrinsik dari suatu komponen. Variabel adalah atribut yang diperlukan  untuk menjelaskan interaksi antar komponen-komponen.
          d. Lingkungan Sistem
Lingkungan sistem adalah sesuatu yang digunakan untuk menggambarkan komponen-komponen yang berada di luar sistem, namun memiliki hubungan interaksi dengan sistem. Hubungan interaksi antar sistem dan lingkungannya, dilakukan melalui variabel-variabel umum pada kedua sistem tersebut.
Apabila suatu komponen berinterasi dengan sistem ini tidak dianggap sebagai bagian dari sistem, karena sistem dan lingkungan membuat suatu dunia sendiri, yang masing-masing tidak kalah menariknya, pemisahan hal ini menjadi dua bagian, sistem dan lingkungan, adalah untuk memudahkan dan perubahan-perubahan, karena ini dapat dilakukan dalam banyak cara.
Hal di atas memberikan impliksi bahwa terdapat pilihan-pilihan khusus dari batas sistem yang dapat menjawab permasalahan. Pemilihan batas sistem merupakan bagian dari aspek seni dalam pemodelan matematika, tidak ada pemisahan sistem dan lingkungan secara baku suatu proses karakterisasi sistem akan memberikan bermacam-macam pilihan batas sistem. Tahap berikutnya setelah proses karakterisasi sistem adalah penyusunan model.