Tuesday, December 25, 2018

Control Chart (skripsi dan tesis)



Control Chart juga dikenal sebagai peta kontrol  yang menganalisis proses. Grafik ini mendeteksi penyimpangan masalah dengan bantuan standar dengan adanya garis kendali batas (limit) di tengah, atas bawah.
Untuk data yang sifatnya variable, peta kendali yang digunakan adalah x, R, σ sedangkan untuk data yang sifatnya atribut  peta kendali yang digunakan adalah : P, NP, C, dan peta kendali U.

Berdasarkan karakteristik kualitas, peta kontrol dibagi dua, yaitu peta kontrol atribut dan peta kontrol variabel (Mitra, 1993). Perbedaan antara peta kontrol atribut dan peta kontrol variabel adalah:
a. Peta kontrol atribut digunakan jika karakteristik kualitas tidak dapat terukur dalam nilai numerik, seperti proporsi ketidaksesuaian, jumlah ketidaksesuaian, dan lain sebagainya.
b. Peta kontrol variabel digunakan jika karakteristik kualitas dapat terukur dalam skala numerik, seperti  rata-rata panjang, rata-rata diameter, rata-rata  tegangan, rata-rata ketahanan, rata-rata waktu servis dan lain sebagainya.



  

Tabel 3.1. Tipe data dan control chart yang digunakan
Tipe Data
Control Chart yang digunakan
Kegunaan
Variabel








Atribut

R

σ




P

nP


u


c
·                 Untuk jumlah pengamatan per unit dalam sampel
·                 Ukuran rata-rata dari pengukuran
·                 Untuk range dari pengukuran
·                 Untuk deviasi dari pengukuran

·                 Untuk persentase yang diamati dalam sampel
·                 Untuk Jumlah yang diamati dalam sampel
·                 Untuk jumlah yang diamati dalam berbagai jumlah sampel yang berbeda
·                 Untuk jumlah yang diamati perunit dalam sampel

 

Dalam proses pengendalian, control chart mendeteksi adanya sebab kasus terhadap ketidaksesuaian yang terjadi. Pabila data sample berada di luar batas kendali, maka data sampel disebut berada di luar batas kendali statistic (Out of control). Sebaliknya apabila data berada dalam batas pengendali statistik maka disebut berada dalam batas pengendali statistik (in control).

Scatter Diagram / Diagram Pencar (skripsi dan tesis)



     Diagram pencar digunakan untuk menentukan korelasi antara penyebab yang diduga akibat yang timbul dari suatu masalah. Scatter diagram berfungsi untuk melihat hubungan dari suatu penyebab / faktor yang berkesinambungan terhadap karakteristik faktor lain.

Monday, December 24, 2018

Stratifikasi / Pengelompokan (skripsi dan tesis)



     Stratifikasi dimaksudkan untuk mengelompokkan objek permasalahn menurut berbagai sifat dan penyebabnya yang berbeda-bada sehingga arah pemecahannya menjadi lebih mudah.


Fishbone Diagram ( Diagram sebab akibat) (skripsi dan tesis)



     Diagram sebab akibat adalah diagram yang digunakan untuk menemukan penyebab timbulnya persoalan dan akibatnya serta hubungan antar sebab akibat. Fishbone diagram penting untuk mengidentifikasi secara tepat hal-hal yang menyebabkan persoalan kemudian mencoba untuk menanggulangi.
     Diagram sebab akibat dapat dipergunakan untuk kebutuhan-kebutuhan berikut : (Gaspersz,1998)
1. Membantu mengidentifikasi akar penyebab dari suatu permasalahan.
2. Membantu membangkitkan ide-ide untuk solusi suatu masalah
3. Membantu dalam penyelidikan atau pencarian fakta lebih lanjut.
Diagram sebab-akibat dapat dilukiskan secara garis besar terdiri dari dua bagian utama, yaitu garis horizontal utama sebagai dari masalah atau akibat dan beberapa garis berupa cabang-cabang dari garis horizontal tersebut menggambarkan sebab-sebab utama yaitu manusia, mesin, metode, alat, bahan. dari sebab-sebab utama tersebut dapat dijabarkan menjadi ranting-ranting sebab serinci mungkin.

Diagram ini membantu memperlihatkan semua faktor yang dapat menyebabkan suatu masalah. Pembuatan diagram ini menggunakan prinsip brainstorming. Faktor penting dalam pembuatan diagram ini : material, man, machine, method dan environment.
Langkah-langkah dalam pembuatan diagram sebab akibat :
1.      Mencari masalah utama yang akan diperbaiki.
2.      Mencari penyebab utama masalah tersebut.
3.      Mencari penyebab-penyebab lain.
4. Menganalisis data dan menentukan penyebab utama masalah tersebut.


Diagram Pareto (skripsi dan tesis)



Pareto diagram merupakan cara yang paling mudah dalam teknik untuk merengking  sehingga fokus terpusat pada hal yang terpenting, disajikan dalam bentuk grafik yang menunjukkan masalah berdasarkan urutan banyaknya kejadian. Masalah yang paling banyak terjadi oleh grafik batang pertama yang tertinggi serta ditempatkan pada sisi kiri, dan seterusnya sampai  masalah yang paling sedikit terjadi ditunjukkan oleh grafik batang terakhir yang terendah serta ditempatkan pada sisi paling kanan. Pada dasarnya Diagram Pareto  dapat digunakan sebagai alat interpretasi untuk :
1.  Menentukan frekuensi relatif dan urutan pentingnya masalah-masalah atau penyebab-penyebab dari masalah yang ada.
2.  Memfokuskan perhatian pada isu-isu kritis dan penting melalui pembuatan ranking terhadap masalah-masalah atau penyebab-penyebab dari masalah itu dalam bentuk yang signifikan.


 

Histogram (skripsi dan tesis)



Histogram adalah bentuk batang yang dipergunakan sebagai alat sederhana untuk mengetahui distribusi data yang dikumpulkan. Histogram menyajikan sebaran data secara visual yang digunakan untuk memonitor proses apakah masih konsisten atau tidak sesuai dengan keinginan pelanggan. Proses diukur untuk melihat apakah hasilnya sesuai dengan target dan standar yang telah ditentukan.
   Untuk membuat Histogram diperlukan:
1. Tepi kelas bukan batas kelas.
2.  Distribusi frekuensi dengan interval tertutup.
3.  Interval kelas yang sama.
 



Check Sheet (skripsi dan tesis)



Check sheet digunakan untuk memudahkan pengumpulan data, dimana item-item yang akan diperiksa telah dicetak dalam formulir itu, sehingga data dapat dikumpulkan secara mudah dan ringkas.
Penggunaan Check Sheet bertujuan untuk :
1.  Memudahkan proses pengumpulan data, dan membantu mentabulasi banyaknya kejadian dari suatu masalah tertentu atau penyebab tertentu.
2.  Mengumpulkan data tentang jenis masalah yang sedang terjadi, dalam hal ini lembar kerja akan memilah-milah data ke dalam kategori yang berbeda.
Check Sheet dapat dibuat dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.  Menjelaskan tentang tujuan pengumpulan data
                        1.)   Apa yang menjadi masalah utama?
                        2.)   Mengapa data harus dikumpulkan?
                        3.)   Siapa yang akan mengumpulkan informasi yang sedang dikumpulkan dan informasi apa yang benar-benar dibutuhkan?
2.  Identifikasi apakah data bersifat variabel atau atribut?
3.  Menentukan tempat dan waktu pengukuran.
4.  Mulai mengumpulkan data untuk item yang sedang diukur.
5.  Menjumlahkan data yang telah dikumpulkan.
6.  Memutuskan untuk mengambil tindakan peningkatan atas penyebab masalah yang sedang terjadi.
 

TYPE OF CALL
MON
TUE
WED
THU
TOTAL

AM
PM
AM
PM
AM
PM
AM
PM

NON-CUSTOMER
Crank Call
II
I

II
III

I

9
Wrong Number

I
II

II
I


6
CUSTOMER
Service Out

II
III
III
I

III
II
14
Question on Service
I
I
II
III
II

I
I
11
High Bill Complains


I
II

I

I
5
TOTAL
3
5
8
10
8
2
5
4
45

Gambar 3.3. Contoh Lembar Periksa
(Sumber:Bank,1992)dengan sedikit perubahan