Tuesday, December 25, 2018

Penggolongan Inventory (skripsi dan tesis)


Inventory digolongkan menjadi :
1.      Bahan Baku (Raw Materials), yaitu barang yang akan diproses menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
2.      Barang Setengah Jadi (Work-In-Process), yaitu barang yang sudah mengalami pemrosesan namun prosesnya belum seluruhnya selesai.
3.      Barang Jadi (Finished Products), yaitu barang yang telah seslesai menjalani pemrosesan dan siap untuk dipasarkan.
4.      MRO (Maintenance, Repair, and Operating Supplies), mencakup spare part dan material yang diperlukan dalan dalam pemeliharaan peralatan, atau material yng digunakan dalam mendukung operasi perusahaan.
5.      Beberapa jenis inventory yang lain, yaitu :
-          Resale goods : barang yang diperoleh untuk dijual lagi
-          Capital goods : peralatan yang digunakan dalam lebih dari satu periode operasi/anggaran
-          Construction goods : bahan baku dan komponen untuk proyek konstruksi
-          Hard goods/soft goods : misal komputer (hard goods), software (soft goods)
-          Components : bahan baku untuk kegiatan perakitan.
-          Obsolete : barang yang berdasar alasan tertentu tidak diperlukan atau tidak bisa digunakan lagi
-          Defective : barang yang ditolak, akan dikembalikan ke supplier atau akan di-scrap.

Fungsi Inventory (skripsi dan tesis)


Persediaan berfungsi untuk :
1.      Untuk menghadapi ketidakpastian dalam kebutuhan (demand) dan pasokan (supply). Ketidakpastian bisa berupa dalam hal jumlah atau waktu. Ketidakpastian kwantitas supply dapat disebabkan oleh adanya reject dalam penerimaan, kekosongan di pasaran, dll. Untuk mengatasi hal ini digunakan safety stock.
2.      Untuk memungkinkan pemesanan atas dasar jumlah ekonomis (economics of scale). Agar bisa tercapai prinsip ini, pemesanan didasarkan pada kwantitas pada unit biaya terendah.  
3.      Decoupling, yaitu penggunaan inventory untuk membuat satu proses agar tidak tergantung dengan proses lainnya. Dengan menyediakan stock diantara dua proses, apabila proses pertama mengalami permasalahan (quality atau repair/maintenance), proses berikutnya tetap dapat berjalan.
4.      Antisipasi, bisa berupa antisipasi untuk pemenuhan kebutuhan yang bersifat musiman, karena ada promosi khusus, pemogokan, dll. Apabila hal diatas telah selesai atau telah diatasi, persediaan bisa dikembalikan ke tingkat normal. Fungsi ini bisa juga disebut Product Smoothing.

Pengendalian Persediaan (Inventory Control) (skripsi dan tesis)


Kegiatan pengendalian persediaan berhubungan dengan perencanaan pelaksanaan dan pengawasan penentuan kebutuhan material sedemikian rupa sehingga disatu pihak kebutuhan operasi dapat dipenuhi pada waktunya dan dilain pihak investasi persediaan material dapat ditekan secara optimal (sumber : Protap Pengendalian Tingkat Persediaan No. 35/PB/1991 tgl. 11 Desember 1991)
Kegiatan pengendalian persediaan  juga diatikan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan serta penentuan kebutuhan material sedemikian rupa, sehingga disatu pihak  kebutuhan operasi dapat dipenuhi pada waktunya dan dilain pihak investasi persediaan material dapat dikendalikan pada tingkat yang ekonomis (sumber : Peraturan Perusahaan Bidang Logistik SK. Kpts-172/C0000/99-S0 tgl. 21 November 1999)
Pengendalian tingkat persediaan bertujuan mencapai daya guna (efisiensi) dan hasil guna (efektifitas) optimal dalam penyediaan material


Definisi Inventory ( Persediaan) (skripsi dan tesis)



Persediaan adalah sejumlah material yang disimpan dan dirawat menurut aturan tertentu dalam tempat persediaan agar selalu dalam keadaan siap pakai dan ditatausahakan dalam buku perusahaan ( sumber : Protap Pengendalian Tingkat Persediaan No. 35/PB/1991 tgl. 11 Desember 1991)
Persediaan juga diartikan sejumlah material standar yang diadakan untuk disimpan, dirawat dan dicatat menurut aturan tertentu dalam gudang (warehouse), yang belum dibebankan ke dalam biaya pengusahaan dan disediakan untuk menjamin kelangsungan perusahaan (sumber : Peraturan Perusahaan Bidang Logistik SK. Kpts-172/C0000/99-S0 tgl. 21 November 1999)

Joint Replenisment Order Quantity Model (skripsi dan tesis)


Tujuan dari model ini adalah untuk meminimumkan biaya dari pembelian atau produksi satu kelompok item. Biaya yang relevan secara umum adalah biaya pembelian dan biaya penyimpanan. Sehingga model ini akan menentukan kuantitas dari sekelompok item dengan meminimumkan biaya inventory dan biaya pembelian dalam satu periode. (Narasimhan,1995). P



Multi Item Joint Replenishment (skripsi dan tesis)


Joint Replenishment atau pembelian bersama-sama sekelompok inventori item dapat terjadi ketika sebuah perusahaan membeli sebuah barang dari supplier ataupun memproduksi secara internal. Sekelompok item yang merupakan satu family membutuhkan major setup umum dan minor setup khusus untuk setiap item.
Dalam beberapa hal, dimungkinkan adanya pembagian biaya pembelian yang merata. Secara umum, biaya tetap yang berhubungan dengan pembelian barang dari supplier tunggal adalah tidak terpengaruhi pada jumlah pembelian. Biaya tetap tersebut disebut juga biaya major set up.
Secara umum kapasitas perusahaan tentu terbatas. Dengan menggabungkan beberapa item menjadi satu family, biaya pembelian dapat dihemat. Sehingga, sangat penting untuk memutuskan berapa banyak masing-masing item akan dibeli atau diproduksi pada satu pembelian atau produksi. Dalam joint replenishment, variabel pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: (Narasimhan,1995)
1)            Volume dalam satuan mata uang atau kuantitas masing-masing item yang akan diproduksi atau dibeli dalam dalam satu periode.
2)            Total nilai dalam satuan mata uang atau kuantitas keseluruhan dari barang yang akan diproduksi atau dipesan dalam satu periode.
3)            Frekuensi pembelian dan penjualan

.Konsep Keandalan (skripsi dan tesis)



Keandalan didefinisikan sebagai probabilitas suatu unit atau sistem berfungsi normal, jika digunakan pada kondisi operasi tertentu untuk suatu periode waktutertentu. (Gaspersz,1992). Salah satu fungsi distribusi yang sering digunakan untuk menggambarkan distribusi keandalan adalah Distribusi Weibull. Distribusi ini memiliki dua parameter, yaitu parameter bentuk (β) dan parameter scala (η). Parameter skala memiliki satuan yang sama dengan variabel acak, dan untuk parameter bentuk tidak memiliki satuan (Wolstenholme,1999).