Dalam memecahkan dan
menyelesaikan masalah linier programming diperlukan alternatif yang terbaik
mengenai alokasi sumber daya yang terbatas dalam proses produksi untuk
menghasilkan kombinasi jumlah produk yang optimal agar dapat menghasilkan
keuntungan yang maksimal. Menurut Tjutju Tarliah Dimyati dan Ahmad Dimyati
dalam bukunya “Operation Research” (2003,38) untuk menyelesaikan masalah
linier programming terbagi dalam dua metode yaitu metode umum dan metode
khusus.
Adapun penyelesaian metode
linier programming secara umum adalah:
a.
Metode
Grafik
Metode grafik hanya diterapkan untuk memecahkan
masalah-masalah linier programming yagn menyangkut dua variabel keputusan (atau
tiga variabel dengan grafik tiga dimensi). Terdapat lima langkah dalm
menyelesaikan permasalahan linier programming dengan menggunakan metode grafik
(Handoko, 2000:), yaitu:
1) Merumuskan masalah dalam bentuk matematikal (maksimumkan
atau minimumkan).
2) Menggambarkan persamaan-persamaan batasan.
3) Menentukan daerah fisibel (feasible area).
4) Menggambarkan fungsi tujuan
5) Mencari titik optimum.
Daerah fisibel (feasible area) dari programa linier
adalah set dari seluruh titik yang memenuhi seluruh pembatas, termasuk pembatas
tanda. Untuk persoalan maksimasi, solusi optimal dari persoalan programa linier
adalah suatu titik pada daerah fisibel dengan nilai fungsi tujuan terbesar.
Pada persoalan minimasi, solusi optimal adalah suatu titik pada daerah fisibel
dengan nilai fungsi tujuan terkecil (Dimyati dan Dimyati, 2003).
b.
Metode
Simpleks
Metode simpleks adalah suatu prosedur aljabar, yang melalui
serangkaian operasi-operasi berulang, dapat memecahkan suatu masalah yang
terdiri dari tiga variabel atau lebih. Untuk masalah-masalah dengan empat
variabel keputusan atau empat persamaan batasan, perhitungan nyata sebaiknya
menggunakan program komputer “QS3” (Quantitative System Three).
Taha (2003), mengemukakan pendapatnya mengenai metode
simpleks sebagai berikut : The simplex
method is an iterative process that starts at a feasible corner point, normally
the origin and systematically moves from one feasible extreme point to another
until the optimum point is eventually reaced. Artinya, metode simpleks
adalah suatu proses berulang-ulang yang dimulai dari sudut daerah fisibel,
secara beraturan dan sistematis yang bergerak dari satu titik daerah fisibel ke
daerah lainnya sampai titik yang paling optimal.
Langkah-langkah penyelesaian dengan menggunakan metode
simpleks (Pangestu , Marwan dan Handoko, 2000), yaitu:
1)
Merubah
fungsi tujuan dan batasan-batasan.
Fungsi
tujuan diubah menjadi fungsi implisit, artinya semua CjXij bergeser
ke kiri. Pada bentuk standar, semua batasan mempunyai tanda ≤ ketidaksamaan ini
harus diubah menjadi kesamaan dengan menambah slack variabel (Xn+1,
Xn+2,…..Xn+m).
2)
Menyusun
persamaan-persamaan ke dalam tabel.
Setelah formulasi dirubah,
kemudian disusun kedalam tabel.
3)
Memilih kolom kunci.
Kolom
kunci adalah kolom yang mempunyai dasar untuk mengubah tabel. Pilihlah kolom
yang mempunyai nilai pada garis fungsi tujuan yang bernilai negatif dengan
angka terbesar. Jika suatu tabel tidak memiliki nilai negatif pada baris fungsi
tujuan, maka tabel tersebut tidak bisa dioptimalkan lagi ( sudah optimal).
4)
Memilih
baris kunci.
Baris
kunci adalah merupakan baris dasar untuk merubah tabel. Untuk itu carilah
dahulu indek tiap-tiap baris dengan cara membagi nilai-nilai pada kolom NK dengan
nilai yang sebaris pada kolom kunci.
Index = 
Nilai
baris kunci dirubah dengan cara membagi dengan angka kunci. Kemudian gantilah
variabel dasar pada baris itu dengan variabel yang terdapat dibagian atas kolom
kunci.
5)
Merubah
nilai-nilai baris kunci.
Nilai
baris kunci diubah dengan cara membaginya dengan angka kunci.
6)
Merubah
nilai-nilai selain pada baris kunci
Nilai-nilai
baris yang lain, selain pada baris kunci dapat diubah dengan rumus sebagai
berikut :
Baris
baru = baris lama – (koefisien pada kolom kunci) x nilai baru baris kunci.
7)
Melanjutkan
perbaikan-perbaikan/perubahan-perubahan.
Ulangi
langkah-langkah perbaikan mulai langkah 3 sampai langkah 6 untuk memperbaiki
tabel-tebel yang telah diubah/diperbaiki nilainya. Perubahan baru berhenti
setelah pada baris pertama (fungsi tujuan) tidak ada yang bernilai negatif.
c.
Metode
Penalty (Teknik M)
Untuk
menyelesaikan persoalan linear programming dengan pembatas bertanda ≥
dan atau =, diperlukan adanya variabel dummy (variabel palsu) yang
disebut variabel artifisial, sehingga variabel basis awal bisa tetap ada.
Variabel artifisial ini hanya digunakan untuk memulai solusi, dan harus
dihilangkan pada akhir solusi. Untuk menghilangkannya harus diberikan penalty M
(M bilangan positif yang sangat besar) pada setiap variabel artifisial dalam
fungsi tujuannya dengan menggunakan teknik M (Dimyati dan Dimyati, 2003)
Metode Penyelesaian secara khusus adalah:
1)
Metode
transportation
Yaitu
metode yang digunakan untuk membahas masalah pemilihan rite dalam jaringan pendistribusian
produk atau komoditas dari sejumlah sumber (supply) kepada sejumlah
tujuan (demand) dengan tujuan meminimumkan total biaya transportasi.
2)
Model
transshipment
Adalah
model transportasi yang memungkinkan dilakukannya pengiriman barang (komoditas)
dengan cara tidak langsung, dimana barang dari suatu sumber dapat berada pada
sumber lain atau tujuan lain sebelum mencapai tujuan akhir. Jadi pada model ini
suatu sumber sekaligus dapat berperan sebagai tujuan dan sebaliknya tujuan
dapat juga berperan sebagai sumber.
3)
Model
penugasan (Assignment model)
Merupakan
suatu kasus khusus dari model transportasi dimana sejumlah sumber m ditugaskan
kepada sejumlah n tujuan (satu sumber untuk satu tujuan) sedemikian sehingga
didapat ongkos yang minimum.