Rasio solvabilitas digunakan mengukur sejauh mana kemampuan
perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjangnya. Dalam
penelitian ini rasio solvabilitas diwakili oleh rasio Debt to Equity Ratio (DER). DER
menggambarkan perbandingan antara total hutang dengan total ekuitas perusahaan
yang digunakaan untuk pendanaan usaha. Putra (2017) menyatakan bahwa perusahaan
yang sedang bertumbuh dan bekembang memerlukan banyak dana operasional yang
tidak mungkin dapat dipenuhi hanya dari modal sendiri yang dimiliki perusahaan.
Sumber pendanaan lain diantaranya berasal dari hutang yang digunakan untuk
ekspansi yang akan meningkatkan kapasitas dan penjualan perusahaan. Dengan
meningkatnya penjualan akan menghasilkan keuntungan yang berlipat, sehingga
28
hutang yang dimiliki tidak akan membebani profit yang dihasilkan karena diimbangi
dengan adanya pengelolaan hutang yang baik. Hal tersebut akan menarik minat
investor sehingga permintaan saham yang meningkat akan meningkatkan harga saham
serta menimbulkan adanya abnormal return.
Namun, apabila terdapat nilai DER yang semakin tinggi pada jangka panjang
menunjukkan semakin besar ketergantungan perusahaan terhadap pihak luar sehingga
tingkat resiko perusahaan semakin besar dalam memenuhi kewajiban hutangnya yaitu
membayar harga pokok hutang ditambah dengan bunganya, sehingga besarnya profit
yang dihasilakan akan diprioritaskan untuk melunasi hutang serta beban bunga yang
tinggi. Kasmir (2015) menyatakan bahwa semakin besar nilai DER, maka risiko gagal
bayar yang dihadapi oleh perusahaan akan semakin besar, maka mengakibatkan
penurunan pembayaran dividen. Hal tersebut menunjukkan resiko perusahaan yang
besar pada nilai DER yang tinggi dalam jangka panjang mengurangi minat investor
terhadap saham perusahaan tersebut. Permintaan saham yang menurun akan
mengakibatkan turunnya harga saham serta menimbulkan adanya abnormal return.
Dengan demikian terdapat pengaruh nilai DER terhadap abnormal return.
Menurut penelitian Novaliyanti (2007), penelitian mengenai pengaruh kinerja
keuangan terhadap abnormal return bahwa DER berpengaruh signifikan terhadap
tingkat abnormal return saham. Kemudian, analisis pengaruh beberapa faktor
fundamental dan risiko sistematik terhadap harga saham yang dilakukan oleh
(Natarsyah, 2000) bahwa DER memliki pengaruh dan signifikan terhadap harga
saham.
No comments:
Post a Comment