Menurut Arifin (2007:95), analisis rasio keuangan merupakan alat analisis
yang dinyatakan dalam arti relative maupun absolute untuk menjelaskan hubungan
tertentu antara elemen satu dengan elemen yang lain dalam suatu laporan keuangan.
Dengan menggunaka metode alanisis berupa rasio akan dapat menjelaskan atau
memberikan gambaran tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu
perusahaan, serta dapat membantu dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
keuagan perusahaan. Rasio keuangan jauh lebih bermanfaat karena hasil pembagian
dari elemen-elemen dalam laporan keuangan yang merupakan angka relatif, berbeda
dengan angka-angka dalam laporan keuangan yang merupakan angka absolut
(Sukamulja, 2019). Analisis rasio keuangan merupakan salah satu alat analisis keuagan
yang paling populer dan banyak digunakan (Subramanyam dan John J, 2012:36).
Menurut Sukamulja (2019), berdasarkan tujuan penggunaannya, rasio
keuangan dibagi menjadi lima, yaitu:
1. Rasio likuiditas (liquidity ratios)
Rasio likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam melunasi
kewajiban jangka pendeknya, atau seberapa cepat perusahaan mengubah
aset yang dimilikinya menjadi kas.
2. Rasio solvabilitas (solvency ratios)
Rasio solvabilitias mengukur rasio keuangan perusahaan dalam jangka
panjang, serta menggambarkan proposi utang perusahaan.
3. Rasio efisiensi (efficiency ratios)
Rasio efisiensi mengukur seberapa efisien perusahaan dalam mengelola aset
yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan.
4. Rasio profitabilitas (profitability raios)
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba dan mengukur tingkat pengembalian atas investasi yang dilakukan.
5. Rasio nilai pasar (market value ratio)
Rasio nilai pasar adalah rasio yang digunakan untuk membandingkan nilai
perusahaan di masa para investor (nilai pasar) dengan nilai perusahaan yang
tercatat dalam laporan keuangan
No comments:
Post a Comment