Jika ukuran pencapaian kinerja sudah ditetapkan, maka langkah berikutnya
dalam mengukur kinerja adalah mengumpulkan informasi yang berhubungan
dengan hal tersebut dari seseorang selama periode tertentu. Dengan
membandingkan hasil ini dengan standar yang dibuat oleh periode waktu yang
bersangkutan, akan didapatkan tingkat kinerja dari seorang pegawai. Dengan
begitu maka dapat dikatakan bahwa pengukuran kinerja pegawai tergantung
kepada jenis pekerjaanya dan tujuan organisasi yang bersangkutan. Menurut
Mangkunegara (2010:6), faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sebagari
berikut:
- Faktor Individu
Secara psikologis, individu yang normal adalah individu yang memiliki
integritas yang tinggi antara fungsi psikis (rohani) dan fisinknya (jasmani).
Dengan adanya integrasi yang tinggi antara fungsi psikis dan fisik, maka
individu tersebut memiliki konsentrasi diri yang baik. Konsentrasi yang baik
ini merupakan modal utama individu manusia untuk mampu mengelola dan
mendayagunakan potensi dirinya secara optimal dalam melaksanakan kegiatan
atau aktivitas kerja sehari-hari dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan kata
lain, tanpa adanya konsentrasi yang baik dari individu dalam bekerja, maka
pimpinan mengharapkan mereka dapat bekerja produktif dalam mencapai
tujuan organisasi. Konsentrasi individu dalam bekerja sangat dipengaruhi
kemampuan potensi, yaitu kecerdasan pikiran atau intelegensi Quotiont (IQ)
dan kecerdasan Emotional Quotiont (EQ). - Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan kerja organisasi sangat menunjang bagi individu dalam
mencapai prestasi kerja. Faktor lingkungan organisasi yang dimaksud antara
lain uraian jabatan yang jelas, autoritas yang memadai, target kerja yang
menantang. Pola komunikasi kerja efektif, hubungan kerja harmonis, iklim
kerja respek dan dinamis, peluang karir dan fasilitas kerja yang relatif
memadai. Sekalipun jika faktor lingkungan organisasi kurang menunjang
maka bagi individu yang memiliki tingkat kecerdasan emosi baik, sebenarnya
No comments:
Post a Comment