Dalam industri manufaktur, kegiatan utama rantai pasokan adalah
mengkonversikan berbagai bahan mentah serta bahan-bahan pendukungnya
menjadi barang jadi dan mendistribusikannya kepada pelanggan. Dengan
menjalankan kegiatan-kegiatan tersebut, maka telah terbentuk dengan apa
yang disebut sebagai rantai pasokan. Namun, menurut beberapa perusahaan,
rantai pasokan ini perlu dijalankan dengan efektif dan efisien, sehingga
diperlukan Manajemen dalam pelaksanannya. Manajemen tersebut biasanya
disebut dengan Manajemen Rantai Pasokan atau Supply Chain
Management.
Beberapa pengertian Supply Chain Management (SCM) menurut
beberapa ahli, sebagai berikut :
a. Ray (2010), Supply chain management merupakan sebuah
kegiatan yang melibatkan seluruh proses mulai dari desain
produk, mengumpulkan bahan baku produksi, proses produksi
hingga produk siap untuk di distribusikan.
b. Heizer dan Render (2011), Supply Chain Management
merupakan suatu rangkaian aktivitas yang terintegrasi, mulai
dari pengadaan material dan pelayanan jasa, kemudian
mengubahnya menjadi barang setengah jadi atau barang jadi,
lalu mendistribusikannya kepada konsumen.
c. Indrajit dan Djokopranoto (2009), Supply Chain Management
adalah suatu sistem dalam organisasi menyalurkan barang
produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini juga
merupakan jaringan dari berbagai organisasi yang saling
berhubungan dan juga memiliki tujuan yang sama, yaitu sebaik
mungkin menyelenggarakan pengadaan atau barang tersebut.
Istilah rantai pasokan meliputi juga proses perubahan barang
tersebut, misalnya dari barang mentah menjadi barang jadi.
No comments:
Post a Comment