Menurut Asih, Widhiastuti dan Dewi (2018) mengutip dari
Berney dan Selye dalam Dewi (2012), mengungkapkan ada empat jenis
stres:
- Eustres (goodstres). Merupakan stres yang menimbulkan stimulus dan
kegairahan, sehingga memiliki efek yang bermanfaat bagi individu
yang mengalaminya. Contohnya seperti: tantangan yang muncul dari
tanggung jawab yang meningkat, tekanan waktu dan tugas yang
berkualitas tinggi. - Distress. Merupakan stres yang memunculkan efek yang
membahayakan bagi individu yang mengalaminya, seperti: tuntutan
yang tidak menyenangkan atau berlebihan yang menguras energi
individu sehingga membuatnya menjadi lebih mudah jatuh sakit. - Hyperstress. Yaitu stres yang berdampak luar biasa bagi yang
mengalaminya. Meskipun dapat bersifat positif atau negatif, tetapi stres
ini tetap saja membuat individu terbatasi kemampuan adaptasinya.
Contohnya adalah stres akibat serangan teroris. - Hypostress. Merupakan stres yang muncul akibat kurangnya stimulasi.
Contohnya seperti: stres karena bosan atau karena pekerjaan yang
rutin
No comments:
Post a Comment