Keamanan kerja merupakan faktor penting dalam proses perputaran keluar
masuknya karyawan dalam suatu perusahaan. Sebagian besar perusahaan gagal
dalam mengenali potensi besar yang dimiliki oleh tenaga kerja khususnya tenaga
kerja yang terampil. Perusahaan-perusahaan yang menghargai karyawan sebagai
aset penting akan mengukur kebutuhan karyawan yang akan datang melalui
pemberian pensiun, memotivasi untuk tumbuh dalam karier karyawan dan juga
mendorong lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan karier. Salah satu
tanggung jawab utama perusahaan adalah memotivasi karyawan dan
mempertahankan karyawan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu,
keamanan kerja perlu diperhatikan oleh perusahaan untuk menunjang tercapainya
tujuan perusahaan.
Keamanan kerja merupakan harapan seseorang tentang keberlanjutan
seorang karyawan dalam sebuah pekerjaan. Hal ini berhubungan dengan perasaan
karyawan atas kehilangan pekerjaan atau kehilangan fitur pekerjaan yang
diinginkan seperti kurangnya peluang promosi, kondisi kerja saat ini, serta tidak
adanya peluang karier jangka panjang (Dhuryana & Hussain, 2018). Menurut
Akpan (2013) keamanan kerja merupakan harapan keberlanjutan seorang karyawan
dalam bekerja. Hal ini diartikan karyawan menginginkan kontrak kerja yang cukup
lama, adanya peluang promosi dan adanya jenjang karier yang dapat memberikan
kesejahteraan jangka panjang. Seorang karyawan dikatakan aman atau tidak
ditentukan pada saat penandatanganan kontrak kerja yang mana masa kerja menjadi
faktor yang sangat menentukan seorang karyawan merasa aman atau tidak.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan keamanan kerja karyawan
merupakan harapan dari karyawan untuk dapat terus bertahan dan memiliki
kesempatan meningkatkan karier dari sebuah organisasi.
Melindungi karyawan adalah komitmen perusahaan yang harus
diberlakukan agar karyawan merasa lebih aman, tenang, dan tidak cemas ataupun
stres saat bekerja. Keamanan kerja yang terepenuhi di tempat kerja membuat
karyawan menjadi lebih produktif dalam mencapai tujuan perusahaan. Begitu
sebaliknya, apabila tidak ada keamanan di lingkungan kerja, maka produktivitas
karyawan menjadi terganggu dan kinerja akan menurun. Oleh karena itu,
perusahaan harus memfasilitasi keamanan kerja di lingkungan perusahaan agar
tidak ada rasa khawatir antar individu satu dengan yang lain dan efektivitas kerja
menjadi meningkat
No comments:
Post a Comment