Penilaian Kinerja disebut juga sebagai performance evaluation,
development review, performance appraisal, performance review and
development. Keberhasilan maupun kegagalan tugas dari pegawai dapat
dinilai dengan cara penilaian Kinerja yang didalamnya terdapat
pedoman-pedoman dan ukuran yang telah disepakati dalam standar kerja.
(Usman, 2011).
Kinerja dari perawat akan dinilai dengan cara penilaian Kinerja
sesuai dengan cara merujuk pada standar praktik serta peraturan yang
berlaku kemudian diharapkan terjaminnya standar praktek keperawatan.
Sumber daya manusia dan produktivitas dari perawat harus terus
dikontrol oleh perawat manager, dengan menggunakan penilaian Kinerja
hal itu dapat terwujud dengan baik karena merupakan alat yang paling
dapat dipercaya untuk mengontrol hal tersebut. Operasional kinerja dapat
digunakan oleh Perawat manajer dalam mengatur arah kerja dalam
memilih, melatih, membimbing perencanaan karier juga kepada perawat
yang berkompeten dapat diberikan penghargaan (Nursalam, 2008).
Langkah–langkah berikut dapat digunakan dalam proses penilaian
Kinerja: mereview standar kerja, melakukan analisis jabatan,
mengembangkan instrument penilaian, memilih penilai, melatih penilai,
mengukur Kinerja, membandingkan Kinerja aktual dengan standar,
mengkaji hasil penilaian, memberikan hasil penilaian, mengaitkan
imbalan dengan Kinerja, membuat rencana–rencana pengembangan
dengan menyepakati sasaran– sasaran dan standar–standar Kinerja masa
depan (Usman, 2011).
Menurut Mangkunegara, (2009) terdapat beberapa model penilaian
Kinerja yaitu:
1) Penilaian sendiri
Penilaian sendiri adalah memahami dan mengukur dari setiap
individu dengan cara memberikan peringkat kerjanya yang dinilai oeh
atasan, bawahan, teman kerja, konsumen dan individu itu sendiri. Hal
ini berguna dalam beberapa hal seperti penilaian kebutuhan pelatihan,
analisa peringkat jabatan, perilaku kepemimpinan dan lainnya.
2) Penilaian atasan
Penilaian ini langsung dilakukan oleh atasan atau dapat dibilang
supervisor.
3) Penilaian mitra
Penilaian ini biasanya digunakan pada kelompok kerja yang
mempunyai otonomi yang cukup tinggi. Biasanya penilaian ini
digunakan untuk pengembangan personal bukan untuk evaluasi
4) Penilaian bawahan
Penilaian ini digunakan dengan cara manajer menerima penilaian
dari bawahan mereka yang bertujuan mengetahui kemampuan manajer
tersebut dimata bawahannya
No comments:
Post a Comment