Stres kerja adalah kondisi ketegangan yang memengaruhi emosi, jalan pikiran,
dan kondisi fisik seseorang. (Robbins (dalam Safitri & Astutik, 2019 : 15).
Ivanko dalam Hamali (2018:241) “Stres kerja merupakan kondisi-kondisi
internal dan eksternal yang menciptakan situasi-situasi yang penuh tekanan, dan gejala-
gejalanya dialami oleh setiap orang yang tertekan.”
Mangkunegara (2017:157) “Stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami
karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres ini tampak dari Simptom, antara lain
emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang
berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat, dan
mengalami gangguan pencernaan”.
Menurut Kreitner Dan Kinicki (2005) Stres Kerja adalah suatu respon Adaptif
yang dihubungkan oleh karakteritik individu dan atau proses psikologis individu, yang
merupakan konsekuensi dari setiap tindakan eksternal, situasi, atau kejadian yang
menempatkan tuntutan psikoligis dan atau fisik pada seseorang.
Menurut Fahmi (2016:214) “Stres adalah suatu keadaan yang menekan diri dan
jiwa sesorang diluar batas kemampuannya, sehingga jika terus dibiarkan tanpa ada
solusi maka ini akan berdampak pada kesehatannya. Stres tidak timbul begitu saja
namun sebab-sebab stres timbul umumnya diikuti oleh faktor peristiwa yang
mempengaruhi kejiwaan seseorang, dan peristiwa itu terjadi diluar dari kemampuannya
sehingga kondisi tersebut telah menekan jiwanya”
No comments:
Post a Comment