Slameto (2010: 2) mendefinisikan
belajar sebagai proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baik secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalamannya sendiri dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Senada dengan
pendapat di atas, menurut Gagne dan Berliner sebagaimana dikutip oleh Chatarina
(2006:2), belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya
sebagai hasil dari pengalaman.
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat
dikatakan bahwa belajar merupakan proses untuk memperoleh pengetahuan baru yang
dilakukan manusia
secara
sadar dengan memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Belajar dilakukan
untuk mendapatkan perubahan perilaku baik melalui latihan ataupun pengalaman
individu dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Proses belajar
dipengaruhi beberapa faktor sebagai berikut.
2.3.1.1 Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor
dalam diri individu yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Faktor internal
meliputi faktor fisiologis dan psikologis. Faktor fisiologis adalah faktor yang
berkaitan dengan kondisi tubuh individu.
Ketika individu dalam keadaan sehat
dan bugar maka akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar atau kemampuan
dalam pelajaran penjasorkes. Sedangkan faktor psikologis adalah keadaan
psikologi seseorang yang dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar yang
dicapai. Faktor psikologis diantaranya: kecerdasan, motivasi, minat, sikap
terhadap mata pelajaran, serta bakat alami siswa.
2.3.1.2 Faktor Eksternal
Faktor eksternal terdiri dari dua
golongan yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non-sosial. (1) Faktor
lingkungan sosial terdiri dari: lingkungan sekolah yang meliputi metode
pembelajaran yang dilakukan guru, kurikulum yang diterapkan, sarana dan
prasarana belajar, serta hubungan sosial antar guru dan siswa; lingkungan
masyarakat; dan lingkungan keluarga. (2) Faktor non-sosial terdiri dari:
lingkungan alam, faktor instrumental, dan materi pelajaran
No comments:
Post a Comment