Rusli Lutan sebagaimana dikutip oleh
Suharjana (2006: 229) menyatakan bahwa pengembangan kemampuan berolahraga pada
usia sekolah dasar lebih banyak ditekankan kepada mengembangkan unsur kemampuan
fisik secara menyeluruh (multilateral), dan keterampilan teknik dasar yang
dominan yang merupakan dasar bagi keterampilan teknik berolahraga.
Salah satu isi program pengajaran
dalam kurikulum sekolah dasar adalah membangun manusia seutuhnya yaitu
mengembangkan fisik motorik melalui latihan aktivitas jasmani atau olahraga.
Pembelajaran pendidikan jasmani sesuai dengan tuntutan kurikulum harus
dilaksanakan melalui metode yang tepat agar tujuan yang terkandung dalam
kompetensi dasar dapat dicapai secara efektif dan optimal.
Untuk meningkatkan peran pendidikan
jasmani sebagai dasar tumbuh kembang anak perlu dilakukan upaya pembelajaran
yang menarik, menyenangkan dan menantang. Selain itu, sarana dan prasarana di
sekolah yang memadai, pembaharuan kurikulum disesuaikan kebutuhan siswa dan
kemampuan sekolah, serta guru pendidikan jasmani terus berupaya untuk
meningkatkan profesionalitas.
Secara teoritis, senam merupakan
aktivitas fisik yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangan anak. Guru
pendidikan jasmani perlu memahami bahwa senam di sekolah dasar bukanlah senam
yang bersifat perlombaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi, serta memerlukan
peralatan yang sulit didapat serta mahal harganya dan harus dilakukan di dalam
ruangan khusus senam.
Senam di sekolah dasar prinsipnya
yaitu membelajarkan pola gerak dalam senam, serta pengembangannya yang
disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa. Tujuan pembelajaran
senam di sekolah dasar yaitu memberikan dasar atau landasan yang kuat tentang
sikap dan gerak agar siswa nantinya dapat bersikap dan bergerak secara efektif
dan efisien.
No comments:
Post a Comment