Bill of materials (BOM)
didefinisikan oleh sebagai
cara komponen-komponen itu bergabung ke dalam suatu produk selama proses manufacturing (Gasperz, 2004). Pendapat
lain, Bill of Material (BOM) adalah suatu (sub assembly) yang dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan apabila perusahaan mampu memproduksi sendiri sub assembly
nya (Katherine, 2003).
Struktur produk terdiri dari langkah pengurutan pengerjaan komponen pembentuk
produk akhir yang ditempatkan pada tingkat (level) teratas dan seterusnya,
sehingga membentuk sebuah bagan sistem pengerjaan. Untuk produk akhir (produk
jadi) ditandai dengan tingkat (level) 0 dan semakin kebawah maka nomor
tingkat (level) akan bertambah.
Terdapat 2 cara penomoran tingkat (level) struktur produk, yaitu:
1.
Single
Level
Jenis ini menggambarkan hubungan sebuah induk dengan level komponen–komponen
pembentuknya.
2.
Multi
Level
Jenis ini menggambarkan struktur produk yang lengkap dari tingkat (level)
0 sampai tingkat (level) yang paling bawah.
Kegunaan struktur produk secara garis besar adalah :
1.
Mengetahui
berapa jumlah item penyusunan suatu produk akhir.
2.
Memberikan
rincian mengenai komponen apa saja yang dibutuhkanuntuk menghasilkan suatu
produk.
Kegunaan dari BOM adalah :
1.
Untuk
menghitung biaya produk dan harga jual sehingga dapat diketahui laba dari hasil
penjualan produk.
2.
Menentukan
komponen–komponen mana saja yang harus dibuat sendiri atau dibeli.
3.
Menentukan
komponen–komponen dalam daftar pembelian dan order produksi yang harus
dilepas.
Terdapat beberapa macam jenis BOM adalah :
1.
Eksplosion
Merupakan BOM dengan urutan dimulai dari induk sampai komponen pada level
paling bawah. BOM jenis ini menunjukkan komponen yang membentuk suatu induk
dari level teratas sampai level terendah.
2.
Implosion
Merupakan BOM dimana urutan dimulai dari komponen sampai induk atau level
paling atas. Secara singkat BOM jenis ini adalah kebalikan dari BOM eksplosion.
No comments:
Post a Comment