Kapabilitas, artinya juga sama dengan Kompetensi,
yaitu Kemampuan. Namun pemaknaan kapabilitas tidak sebatas memiliki
keterampilan (skill) saja namun lebih dari itu, yaitu lebih paham secara
mendetail sehingga benar benar menguasai kemampuannya dari titik kelemahan
hingga cara mengatasinya Kapabilitas Pemerintah Regional dapat dipandang
sebagaimana kapabilitas organisasi pada umumnya. Salusu (2004) mengatakan bahwa kapabilitas organisasi adalah konsep yang dipakai untuk
menunjuk pada kondisi internal yang terdiri atas dia faktor stratejik, yaitu
kekuatan dan kelemahan organisasi. Kekuatan adalah situasi dan kemampuan
internal yang bersifat positif yang memungkinkan organisasi memiliki kemampuan
stratejik dalam mencapai sasarannya. Kelemahan adalah kondisi ketidakmampuan
internal yang menyebabkan organisasi tidak dapat mencapai sasarannya. Apabila
faktor kelemahan sangat dominan, ada kemungkinan kekuatan yang dimiliki
organisasi berubah menjadi kelemahan. Sebaliknya kekuatan yang ada dapat
dimanfaatkan untuk memperbaiki kelemahan (Higgin yang dikutip Salusu, 2004).
a. Kekuatan
Organisasi
Beberapa
elemen penting yang dipandang sebagai kekuatan dari sudut pandang organisasi
antara lain : struktur organisasi yang rapi dengan penjabaran tugas dan
tanggungjawab yang jelas dengan jarak kendali yang memadai sehingga semua staf
pengurus memahami tugas-tugasnya dengan baik, serta memahami makna pelayanan
yang bermutu. Faktor lain yang menjadi kekuatan organisasi adalah lokasi yang
strategis dengan kemudahan transportasi dan komunikasi dengan berbagai unsur
terkait. Pimpinan yang kuat dengan visi yang jelas serta ide-ide yang berbobot
juga merupakan modal yang ampuh bagi organisasi dalam memanfaatkan sumber daya
yang terbatas (Salusu, 2004)
b. Kelemahan
Organisasi
Kelemahan
suatu organisasi tidak boleh diabaikan sepanjang ada peluang untuk melakukan
perbaikan, misalnya kurangnya tenaga pelatih yang profesional tidak dibiarkan
begitu saja, tetapi perlu diambil keputusan stratejik untuk menanggulanginya.
Kelemahan-kelemahan pada umumnya dirasakan oleh suatu organisasi antara lain
lokasi yang jauh dari jangkauan fasilitas umum, seperti jalan raya, telepon,
listrik, dan air minum. Disamping itu dari segi sumberdaya kurangnya dana untuk
mendukung berbagai program yang direncanakan atau kondisi keuangan organisasi
yang tidak stabil. Selain itu kelemahan dapat bersumber dari terbatasnya tenaga
terampil, kekurangmampuan memanfaatkan sumber daya yang ada, rendahnya komitmen
pengurus, dan lemahnya kepemimpinan karena kurang mampu berpikir stratejik
(Salusu, 2004).
No comments:
Post a Comment