Menurut Amos Rapoport dalam bukunya
House, Form and Culture (1996),
terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pembentukan suatu permukiman
masyarakat vernakular maupun bangunan arsitektur vernakular antara lain :
1.
Iklim Dan Kebutuhan
Tempat Tinggal
Iklim
sangat berpengaruh pada arsitektur dan berbanding lurus dengan geografi. Namun
iklim tidak mempengaruhi perubahan bentuk pada bangunan tapi menyesuaikannya
terhadap lingkungan dan iklim sekitar.
2.
Material, Konstruksi,
Dan Teknologi
Sudah
lama kayu dan batu menjadi bagian material sebuah bangunan serta membentuk
karakteristik bangunan tersebut, sikap budaya terhadap arsitektur sangat kuat
dan populer dan banyak diterjemahkan dalam teori arsitektur.
Sebuah
tapak berperan penting dalam pembangunan dan perancangan sebuah arsitektur,
pada masyarakat primitiv sebuah tapak didapatkan secara tidak langsung untuk
membangun sebuah pemukiman.
4.
Ketahanan
Ketahanan
pada suatu bangunan diperlukan untuk menjaga keseimbangan stuktur agar mampu
bartahan dalam waktu yang panjang, pada umumnya masyarakat tradisional
membangun rumah dengan bentuk struktur yang berbeda-beda sesuai iklim dan
lingkungan.
5.
Ekonomi
Ekonomi
suatu masyarakat adat pada dasarnya berbeda, tapi pada umumnya masyarakat
vernakular di Indonesia adalah agraris yang memanfaatkan lahan untuk bidang
persawahan, dan perkebunan untuk menopang ekonomi mereka.
6.
Kepercayaan
Kepercayaan
suatu masyarakat tergantung lokasi dan kondisi serta budaya yang mempengaruhi
masyarakat tersebut, pada umumnya kepercayaan masyarakat primitif atau
vernakular tertuju pada suatu kondisi alam sekitarnya.
No comments:
Post a Comment