Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting di
dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari
perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung
lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak (Ahmadi, 2002: 239).
Menurut Prof.DR.J.Verkuyl ada tiga tugas dan panggilan dari
orang tua yaitu:
1. Mengurus keperluan materil anak-anak.
Merupakan tugas pertama dimana orang tua harus memberi
makan, tempat perlindungan dan pakaian kepada anak-anak. Anak-anak sepenuhnya
masih tergantung kepada orang tuanya karena anak belum mampu
mencukupi kebutuhannya sendiri.
2. Menciptakan suatu ”home” bagi anak-anak.
”Home” disini berarti bahwa di dalam keluarga itu anak-anak
dapat dengan subur, merasakan kemesraan, kasih sayang, keramah tamahan, merasa
aman, terlindungi dan lain-lain. Di rumahlah anak merasa tenteram, tidak pernah
kesepian dan selalu gembira.
3. Tugas pendidikan.
Tugas mendidik merupakan tugas terpenting dari orang tua
terhadap anak-. Tujuan pendidikan disini adalah mengajar dan melatih
orang-orang muda sehingga mereka dapat memenuhi tugas mereka terhadap Tuhan,
sesama manusia dan sekeliling mereka sebagai anak kerajaan. (Ahmadi, 2002: 245)
Menurut Ogburn fungsi keluarga tidak saja didalam lingkungan
keluarga sendiri tetapi juga di dalam masyarakat. Melihat pendapat tersebut
nyata bahwa tugas atau fungsi keluarga bukan merupakan fungsi yang tunggal tapi
jamak. Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa tugas orang tua adalah:
1. Situasi keluarga: dalam arti stabilisasi situasi ekonomi
rumah tangga.
2. Mendidik anak.
3. Pemeliharaan fisik dan psikis keluarga, termasuk disini
kehidupan religius (Ahmadi, 2002: 246).
Keluarga juga dikenal sebagai dasar umat manusia, karena itu
keluarga funda mental bagi kehidupan masyarakat. Tidak ada satupun lembaga
masyarakat yang lebih efektif membentuk kepribadian anak selain keluarga.
Keluarga tidak hanya membentuk anak secara fisik tetapi juga sangat berpengaruh
secara psikologis
Dalam usaha kesejahteraan anak ada Program penting untuk
anak yang terdiri dari usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anak baik fisik,
mental maupun sosial. pelayanan kasejahteraan sosial anak termasuk asuhan bagi
anak di dalam keluarganya sendiri, di dalam keluarga pengganti (substitute
family homes), atau di dalam lembaga. Dalam bukunya, Muhidin membagi empat
jenis pelayanan bagi anak yaitu:
1. Bantuan finansial.
2. Adopsi.
3. Asuhan keluarga.
4. Bimbingan keluarga (Muhidin 1992: 49).
Di dalam bukunya Muhidin juga membagi tiga jenis asuhan bagi
anak yaitu:
1 Asuhan keluarga (foster care).
Asuhan anak (foster care) adalah asuhan yang dilaksanakan
kepada anak diluar lingkungan keluarganya sendiri, baik di lingkungan keluarga
maupun di dalam panti asuhan. Di dalam panti biasanya untuk jangka waktu
tertentu dan sebagian diakhiri dengan adopsi atau di kembalikan pada
keluarganya sendiri, baik di lingkungan keluarga maupun di dalam panti asuhan.
Sebagian lagi harus tinggal lama di dalam panti dan dapat dikeluarkan dari
panti apabila telah mendapat pekerjaan. foster home care tidak hanya ditujukan
kepada anak-anak tetapi juga kepada bayi. Agar asuhan berhasil, maka anak-anak
harus mampu menyesuaikan diri dengan keluarga dan sebaliknya tingkah laku
keluarga asuhan (foster parent) tidak berbahaya bagi anak.
2. Asuhan dalam panti (institutional care).
Asuhan dalam panti diberikan kepada anak-anak yang sangat
terlantar atau karena tingkah lakunya tidak bisa diterima oleh keluarga
asuhnya. Asuhan dalam panti adalah sebagai pengganti bagi anak yang berasal
dari keluarga besar dan anak merasa terjamin hidup dalam kelompok anak-anak.
3. Asuhan non panti.
Asuhan non panti adalah asuhan secara berkelompok dalam
rumah bagi anak-anak remaja yang tidak menyesuaikan diri dengan keluarga asuh.
Setting ini biasanya digunakan bagi anak-anak yang mengalami masalah-masalah
konflik seperti: fisik, intelektual dan emosional (Muhidin, 1992: 50).
Selain fungsi di atas keluarga juga berfungsi sebagai unit
sosial terkecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak. Sedang
lingkungan sekitar dan sekolah ikut memberikan nuansa pada perkembangan anak.
Karena itu baik buruknya struktur keluarga dan masyarakat sekitar memberikan
pengaruh baik buruknya pertumbuhan kepribadian anak (Kartono, 1986: 57). Dari
penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan tentang arti pentingnya keluarga
dalam perkembangan anak baik secara fisik maupun psikologis.
No comments:
Post a Comment