Konsep kepuasan kerja menurut Jurnal Karabük
dan Şahingoz (2013) adalah reaksi karyawan terhadap perasaan mereka terkait
dengan pekerjaan pertama kali dikemukakan tahun 1920. Sementara menurut Keser (2006),
kepuasan kerja adalah persepsi individual terkait dengan pekerjaan mereka atau
hidup mereka yang berkaitan dengan pekerjaan, atau situasi yang menghasilkan
perasaan puas. Kepuasan kerja adalah indikator kesehatan fisik dan mental
karyawan sebagaimana indikator psikologis mereka. Faktor yang memperngaruhi
kepuasan kerja karyawan dapat berasal dari diri individu itu sendiri atau dari
organisasi secara umum. Faktor pribadi meliputi karakteristik pesonal, faktor
genetis, keluarga, pendidikan, penilaian diri, pengalaman kerja, struktur
sosial tempat dia tinggal (Akıncı; 2002:4). Jika ada kesesuaian antara keinginan
pribadi dan apa yang mampu disediakan oleh pekerjaan maka karyawan tersebut
akan terpuaskan (Silah, 2000).
Menurut Robbins (2003:78) kepuasan kerja
adalah sikap umum terhadap pekerjaan seseorang yang menunjukkan perbedaan
antara jumlah penghargaan yang diterima pekerja dan jumlah yang mereka yakini
seharusnya mereka terima. Teori kepuasan kerja mencoba mengungkapkan apa yang
membuat sebagian orang lebih puas terhadap suatu pekerjaan daripada beberapa
lainnya. Teori ini juga mencari landasan tentang proses perasaan orang terhadap
kepuasan kerja
Sementara
faktor organisasi meliputi tingkat kesulitan pkerjaan, renumerasi, pandangan
masyarakat terhadap pekerjaannya, kondisi kerja dan keamanan kerja, kesempatan
mendapatkan promosi, adanya sistem penghargaan yang sesauai, kepemimpinan
manajer, tingkat partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan dan beban
kerja yang ditanggung ole h karyawan tersebut. (Bakan and Büyükmeşe, 2007: 7).
No comments:
Post a Comment