Menurut Ariesto (2009,
dalam Mudjijanti 2011) dan Kholilah (2012), penyebab terjadinya bullying antara
lain :
a. Keluarga
Pelaku
bullying seringkali berasal dari keluarga yang bermasalah: orang tua yang
sering menghukum anaknya secara berlebihan, atau situasi rumah yang penuh
stress, agresi, dan permusuhan. Anak akan mempelajari perilaku bullying ketika
mengamati konflik-konflik yang terjadi pada orang tua mereka, dan kemudian
menirunya terhadap teman-temannya. Jika tidak ada konsekuensi yang tegas dari lingkungan
terhadap perilaku coba-cobanya itu, ia akan belajar bahwa “mereka yang memiliki
kekuatan diperbolehkan untuk berperilaku agresif, dan perilaku agresif itu
dapat meningkatkan status dan kekuasaan seseorang”. Dari sini anak
mengembangkan perilaku bullying.
b. Sekolah
Karena
pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini, anak-anak sebagai
pelaku bullying akan mendapatkan penguatan terhadap perilaku mereka untuk
melakukan intimidasi terhadap anak lain. Bullying berkembang dengan pesat dalam
lingkungan sekolah sering memberikan masukan negatif pada siswanya, misalnya
berupa hukuman yang tidak membangun sehingga tidak mengembangkan rasa menghargai
dan menghormati antar sesama anggota sekolah
c. Faktor
Kelompok Sebaya
Anak-anak
ketika berinteraksi dalam sekolah dan dengan teman di sekitar rumah, kadang
kala terdorong untuk melakukan bullying. Beberapa anak melakukan bullying dalam
usaha untuk membuktikan bahwa mereka bisa masuk dalam kelompok tertentu,
meskipun mereka sendiri merasa tidak nyaman dengan perilaku tersebut.
Bullying termasuk
tindakan yang disengaja oleh pelaku pada korbannya, yang dimaksudkan untuk
menggangu seorang yang lebih lemah. Faktor individu dimana kurangnya
pengetahuan menjadi salah satu penyebab timbulnya perilaku bullying, Semakin
baik tingkat pengetahuan remaja tentang bullying maka akan dapat meminimalkan
atau menghilangkan perilaku bullying.
No comments:
Post a Comment