Friday, November 22, 2019
Definisi Kecemasan Akademik (skripsi dan tesis)
Nevid (2005) berpendapat bahwa kecemasan adalah suatu keadaan yang mempunyai ciri ketegangan fisiologis, perasaan tegang yang tidak menyenangkan, dan perasaan aprehensif bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Kecemasan adalah reaksi normal terhadap stressor yang membantu seorang individu untuk menghadapi situasi yang menuntut memotivasi untuk mengatasinya, tetapi ketika kecemasan menjadi berlebihan dapat memiliki dampak serius pada kehidupan sehari-hari dan mengganggu fungsi normal seseorang (Hartley & Phelps dalam Singh & Jha, 2013). Dari berbagai definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kecemasan merupakan kumpulan dari berbagai kondisi fisiologis dan psikologis sehingga menimbulkan berbagai macam reaksi di dalam diri individu, seperti: gemetar, banyak keringat, mual, sakit kepala, rasa takut, rasa tegang, khawatir, bingung, dan lain sebagainya. Kecemasan tidak hanya terjadi karena permasalahan-permasalahan umum, namun bisa juga terjadi karena masalah-masalah akademik yang biasanya disebut dengan kecemasan akademik.
Ottens (1991) menjelaskan bahwa kecemasan akademik mengacu pada terganggunya pola pemikiran dan respon fisik serta perilaku karena kemungkinan performa yang ditampilkan siswa tidak diterima secara baik ketika tugastugas akademik diberikan. Menurut Valiante dan Pajares (1999) menyatakan kecemasan akademis sebagai perasaan tegang dan ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi, perasaan tersebut mengganggu dalam pelaksanaan tugas dan aktivitas yang beragam dalam situasi akademis. Kecemasan akademik paling sering dialami selama latihan yang bersifat rutinitas dan diharapkan siswa dalam kondisi sebaik mungkin saat performa ditunjukkan, serta saat sesuatu yang dipertaruhkan bernilai sangat tinggi, seperti tampil di depan orang lain. Cara seseorang merasakan kecemasan dapat terjadi secara bertahap dari pertama kali kecemasan tersebut muncul, contohnya kegugupan saat harus membaca di depan kelas dengan suara keras. Gangguan serius yang dialami seseorang menegaskan terjadinya kepanikan dan mengalami kesulitan untuk berfungsi secara normal (O'Connor, 2007).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment