Friday, November 22, 2019

Transcendence (skripsi dan tesis)


Virtue transcendence adalah memungkinkan individu untuk membentuk hubungan dengan alam semesta dan dengan demikian dapat memberikan makna bagi kehidupan individu. Kekuatan karakter transcendence mencoba untuk melampaui orang lain untuk merangkul sebagian atau seluruh alam semesta yang lebih besar.
 a. Apresiasi Keindahan dan Keunggulan
Apresiasi keindahan dan keunggulan mengacu pada kemampuan untuk menemukan, mengenali, dan menilai keindahan, keterampilan, kebaikan moral, yang dapat mengahsilkan kekaguman yang berhubungan dengan emosi pengamat (Peterson & Seligman, 2004).
b. Berterima Kasih
Berterima Kasih adalah rasa syukur dan sukacita saat merespon menerima hadiah, apakah hadiah itu menjadi manfaat nyata dari orang lain atau saat kebahagiaan yang ditimbulkan oleh keindahan alam. Emmons & Crumpler (dalam Peterson & Seligman, 2004) berpendapat bahwa rasa syukur adalah kekuatan manusia, dalam hal ini meningkatkan pribadi seseorang dan hubungan kesejahteraan dan sangat mungkin bermanfaat untuk seluruh masyarakat.
 c. Harapan
 Harapan, optimisme, pemikiran masa depan dan orientasi masa depan merupakan kondisi kognitif, emosional dan motivasi menuju masa depan. Berpikir tentang masa depan, mengharapkan bahwa peristiwa yang diinginkan dan hasil yang akan terjadi, bertindak dengan cara-cara yang dipercaya untuk membuat mereka lebih mungkin dan merasa yakin bahwa akan diberikan upaya yang tepat dalam mempertahakan kegembiraan disini dan sekarang dan tindakan yang mengarah langsung pada tujuan (Peterson & Seligman, 2004).
d. Humor
Humor adalah kemampuan menciptakan kesenangan dan/atau menciptakan keganjilan, orang yang ceria dan melihat sisi terang dalam kesulitan dengan mempertahankan suasana hati yang baik, dan mampu membuat orang lain tersenyum atau tertawa (Peterson & Seligman, 2004).
 e. Spiritualitas
 Spiritualitas dan religiusitas mengacu kepada keyakinan dan praktek bahwa terdapat dimensi transenden (nonfisik) di dalam kehidupan. Keyakinan ini menentukan jenis atribusi yang dibuat manusia, makna hidup, dan bagaimana manusia menciptakan hubungan. Religiusitas diyakini menjelaskan derajat penerimaan individu dari keyakinan yang berhubungan dengan pemujaan figur Illahi dan partisipasi individu pada pemujaan publik maupun pribadi. Spiritualias, sebaliknya, diyakini menjelaskan hubungan intim dan pribadi antara manusia dengan Illahi, dan sejumlah kebaikan sebagai hasil dari hubungan tersebut (Peterson & Seligman, 2004)

No comments:

Post a Comment