Organizational
Citizenship Behavior dalam konteks teori Organ (2006) dalam
Sani (2013) muncul sebagai sistem kerjasama dan kesediaan orang untuk
berkontribusi dan melakukan beberapa upaya dalam sistem koperasi dan menjadi
syarat mutlak dalam perusahaan. Colquitt, LePine, dan Wesson (2012) menjelaskan
bahwa OCB adalah kategori kedua dari presati kerja. OCB didefinisikan sebagai
kegiatan sukarela yang dilakukan karyawan yang mungkin dan tidak mungkin
dihargai oleh organisasi dan kegiatan ini memberikan kontribus terhadap
organisasi dengan meningkatkan kualitas kinerja.
Menurut Greenberg
& Baron (2008) Organizational
Citizenship Behavior dapat diarahkan baik pada individu (OCB-I) dan di
perusahaan (OCB-O). OCB-I adalah berperilaku organizational citizenship yang diarahkan kepada individu lain di
tempat kerja. Beberapa contoh adalah melakukan kebaikan untuk seseorang,
membantu rekan kerja dengan masalah pribadi, membawa makanan dan berbagi dengan
orang lain, mengumpulkan uang untuk rekan kerja yang sakit atau pemakaman,
mengirim ucapan selamat ulang tahun kepada sesama pekerja di kantor. OCB-O
adalah berperilaku organizational
citizenship yang diarahkan pada perusahaan itu sendiri.Contoh nya berbicara
tentang kebaikan perusahaan kepada orang luar, menerima ide-ide baru, toleran
terhadap ketidaknyamanan sementara tanpa mengeluh, memberikan ide untuk
meningkatkan fungsi perusahaan, mengekspresikan loyalitas terhadap perusahaan.
Maka, dapat disimpulkan bahwa Organizational Citizenship Behavior adalah sebuah perilaku di mana
seseorang mau melakukan sesuatu di luar apa yang sudah dideskripsikan oleh
pekerjaannya, dan tidak memiliki penghargaan (reward) untuk itu. Sebagai contoh
OCB, jika ada seorang pekerja yang bersedia membantu bosnya atau teman kerjanya
untuk melakukan pekerjaan yang tidak ada dalam kontrak kerjanya, maka orang
tersebut dikatakan memiliki OCB yang baik.
No comments:
Post a Comment