Friday, November 22, 2019
Temperance (skripsi dan tesis)
Temperance adalah bagian dari menahan diri untuk melakukan sesuatu yang mereka anggap berlebihan. Virtue temperance terdiri dari empat karakter yaitu pengampunan dan belas kasih, kerendahan hati dan kesopanan, kehati-hatian, dan pengaturan diri.
a. Pengampunan dan Belas Kasih
Pengampunan merepresentasikan kepada serangkaian perubahan prososial yang terjadi pada individu yang telah tersinggung atau kecewa yang disebabkan hubungan mitra dengan orang lain (McCullough, dalam Peterson & Seligman, 2004). Pengampunan adalah perubahan motivasi dimana seseorang menjadi kurang termotivasi untuk melakukan balas dendam dan menghindari si pembuat kesalahan dan kemudian menjadi murah hati kepada si pembuat kesalahan (McCullough, dalam Seligman, 2004). Dalam ajaran Konfusius, demi kebaikan mental atau pikiran, manusia harus memaafkan kesalahan orang lain. Sebuah konsep memberikan muka menjelaskan bahwa manusia tidak hanya memaafkan saja, tetapi juga memaklumi, mengingat jasa orang tersebut atau karena kerabatnya (Tong, 2011).
b. Kerendahan Hati dan Sederhana
Kekuatan karakter ini adalah seorang yang pendiam. Orang yang sederhana membiarkan hasil usaha mereka yang berbicara. Mereka tidak mencari popularitas. Mereka mengakui kesalahan dan bukan orang yang sempurna. Mereka tidak mengambil yang tidak pantas untuknya, memandang dirinya sebagai orang yang beruntung berada posisi dimana sesuatu yang baik terjadi pada mereka.
c. Kehati-Hatian
Menurut Aquinas (Peterson & Seligman, 2004) kehati-hatian adalah nasihat yang baik mengenai kehidupan secara lengkap dan akhir dari kehidupan manusia. Kehati-hatian adalah orientasi untuk masa depan seseorang, bentuk penalaran praktis dan pengelolaan diri yang membantu untuk mencapai tujuan jangka panjang secara efektif dengan mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang diambil dan tidak diambil.
d. Pengaturan Diri
Pengaturan diri didefenisikan sebagai kemampuan yang dimiliki individu untuk mengatur perasaan dan perilaku orang lain, menjadi disiplin, dan mampu untuk mengontrol keinginan dan emosi (Peterson & Seligman, 2004). Individu dengan pengaturan diri yang kuat memiliki kekuatan untuk mengontrol pikiran dan perilaku mereka, mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment