PLS pertama kali dikembangkan oleh Herman Wold (1996)
sebagai metode umum untuk mengestimasi path model yang
menggunakan konstruk laten dengan multiple indikator.
Pendekatan PLS adalah distribution free (tidak mengasumsikan
data berdistribusi tertentu, dapat berupa nominal, kategori, ordinal,
interval, dan rasio). PLS merupakan metode analisis powerfull
karena tidak didasarkan banyak asumsi, jumlah sampel kecil dan
residul distribusi. Walaupun PLS dapat digunakan untuk
mengkonfirmasi teori, tetapi PLS juga dapat digunakan untuk
menjelaskan ada tidaknya hubungan antara variabel laten.
Model analisis jalur semua variabel laten dalam PLS terdiri
dari 3 (tiga) set hubungan, yaitu :
1. Inner Model (Inner relation, structural model dan substantive
theory)
Inner Model mespesifikasikan hubungan antar variabel
laten berdasarkan pada teori . Model struktural dievaluasi
dengan melihat nilai R-Square untuk konstruk laten dependen,
Stone Geisser Q-square test untuk predictive relevance dan uji
t, serta signifikansi dari koefisien parameter jalur struktural.
Perubahan nilai R-square dapat digunakan untuk menilai
pengaruh variabel laten independen terhadap variabel laten
dependen.
2. Outer Model (Outer relation atau Measurement Model)
Outer Model menspesifikasikan hubungan antar variabel
laten dengan indikator. Outer Model terdiri dari 2 (dua) macam
mode, yaitu mode reflective (mode A) dan mode formative
(mode B). Mode reflektif merupakan relasi dari peubah laten
ke peubah indikator atau “effect”. Sedangkan mode formative
merupakan relasi dari perubah indikator membentuk peubah
laten “causal”.
30
3. Weight Relation
Inner dan Outer model memberikan spesifikasi yang diikuti
dalam estimasi algoritma PLS.
No comments:
Post a Comment