Menurut Ghozali (2005), proses Structural Equation
Modelling mencakup beberapa langkah yang harus dilakukan,
yaitu:
a. Konseptual Model
Tahap ini berhubungan dengan pengembangan hipotesis
(berdasarkan teori-teori) sebagai dasar dalam menghubungkan variabel laten dengan variabel laten lainnya, dan juga dengan
indikator-indikatornya.
b. Penyusunan Diagram Alur
Tahap ini memudahkan dalam proses menvisualisasikan
hipotesis yang telah kita ajukan dalam konseptualisasi model
di atas.
c. Spesifikasi Model
Spesifikasi model yaitu untuk menggambarkan sifat dan
jumlah parameter yang diestimasi. Spesifikasi model berkaitan
dengan pembentukan awal persamaan struktur sebelum
dilakukan estimasi. Model awal ini dilakukan berdasarkan
suatu teori atau penelitian sebelumnya.
d. Identifikasi Model
Informasi yang diperoleh dari data diuji untuk menentukan
apakah cukup untuk mengestimasi parameter dalam model.
Nilai yang unik harus diperoleh untuk seluruh parameter dari
data yang telah diperoleh sebelumnya.
e. Estimasi Parameter
Berkaitan dengan estimasi terhadap model untuk menghasilkan
nilai-nilai parameter dengan menggunakan salah satu model
estimasi yang tersedia. Pemilihan metode estimasi yang
digunakan seringkali ditentukan berdasarkan karakteristik dari
variabel-variabel yang dianalisis.
f. Penilaian Model Fit
Berkaitan dengan uji kecocokan antara model dengan data.
Beberapa kriteria ukuran kecocokan atau Goodness Of Fit
(GOF) dapat digunakan untuk melaksanakan langkah ini.
g. Modifikasi Model
Setelah melakukan penilaian model fit, maka model penelitian
diuji untuk menentukan apakah modifikasi model diperlukan
karena tidak fitnya hasil yang diperoleh tahap pada tahap sebelumnya. Semua modifikasi harus berdasarkan teori yang
mendukung
.
h. Validasi Silang Model
Tahap ini menguji fit tidaknya model terhadap suatu data baru.
Validasi silang ini penting apabila terdapat modifikasi yang
substansial yang dilakukan terhadap model asli yang dilakukan
pada langkah sebelumnya.
No comments:
Post a Comment