Tuesday, April 14, 2020

Teori Behavior Finance (skripsi dan tesis)

Shefrin (2000) mendefinisikan behavior finance adalah studi yang mempelajari bagaimana fenomena psikologi mempengaruhi tingkah laku keuangannya. Tingkah laku dari para para pemain saham tersebut dimana Shefrin (2000) menyatakan tingkah laku para praktisi. Nofsinger (2001) mendefinisikan perilaku keuangan yaitu mempelajari bagaimana manusia secara actual berperilaku dalam sebuah penentuan keuangan (a financial setting). Statman (1995) menyatakan bahwa manusianya rational untuk keuangan tradisional dan berpikir normal untuk behavior finance. Sementara Shefrin (2005) menyatakan bahwa perbedaan behavior finance dan Keuangan Tradisional ditunjukkan oleh persoalan untuk harga aset yaitu sentimen, dimana sentimen ini merupakan faktor yang dominan dalam terjadinya harga di pasar untuk Perilaku Konsumen. Behavior finance juga mencoba menjelaskan dan meningkatkan pemahaman tentang pola–pola dari alasan investor termasuk aspek emosional dan derajat dari aspek tersebut dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Secara lebih spesifik behavioral finance mencoba mencari jawaban atas what, why and how keuangan dan investasi dari sudut pandang manusia. Lintner (1998) mendefinisikan perilaku keuangan sebagai suatu studi mengenai bagaimana manusia menginterpretasikan informasi dan melakukan tindakan berdasarkan informasi tersebut untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Dari pemahaman tersebut dapat diduga bahwa sumber deviasi berasal dari proses pengambilan keputusan investor yang menggunakan interpretasi investor yang pada dasarnya akan melibatkan faktor psikologis dari investor (seperti; emosi, sentimen, mood, keyakinan dan kondisi spikologis lainnya). 4 Selanjutnya, sesuai dengan studi behavior finance sebelumnya (misalnya Baker/Wurgler, 2006, 2007), kita asumsikan bahwa ada dua jenis investor yaitu pedagang rasional (arbitrase) dan pedagang sentimen, yang bisa baik optimis atau pesimis tentang prospek pasar. Tidak seperti arbitrase yang membentuk ekspektasi yang benar mengenai nilai masa depan dari aset, pedagang sentimen membuat sistematis kesalahan dalam penilaian pada harga aset di bawah perkiraan tergantung pada sentimen. Dapat disimpulkan bahwa behavior finance merupakan ilmu yang memperlajari bagaimana manusia mengambil tindakan pada proses pengambilan keputusan dalam berinvestasi sebagai respons dari informasi yang diperolehnya. Dari penelitian – penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa investor tidak selalu berprilaku rasional dan tidak menyimpang serta mampu dimodelkan secara quantitative. Behavior finance mulai dikenal sebagai teori baru dengan alternatif pandangan dalam pasar keuangan. Teori ini tidak berharap pasar keuangan menjadi efisien dan sistematik dan ini memungkinkan bahwa penyimpangan yang meyakinkan dapat berlanjut untuk periode jangka panjang. Penyimpangan dalam keuangan disebut anomali, banyak anomali yang terjadi. Pada penelitian terdahulu terjadinya anomali kalender yaitu anomali dalam return saham yang berhubungan dengan kalender, yang dikenal sebagai fenomena yang ditemukan di pasar keuangan terutama di pasar saham. Anomali ini sangat menarik karena kehadiran mereka bertentangan dengan pasar hipotesis efisien bentuk lemah, karena harga aset tidak acak, namun harga aset tersebut dapat diperkirakan pada beberapa efek kalender. Menurut penelitian Faisal dan Shabri (2016) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kembali adanya anomali kalender di pasar saham PT Indonesia selama periode 2001 sampai 2014. Studi ini secara empiris menggali eksistensi dari tiga terkenal anomali kalender, yaitu efek MoY atau efek Januari, efek ToM, dan efek DoW. Maka dalam pasar keuangan bisa terjadi anomali yang dapat menguntungkan atau bahkan merugikan tetapi dalam teori Behavior finance bersandar pada dasar dua argumen, yaitu arbitrase terbatas dan sentimen investor yaitu teori tentang bagaimana investor membentuk keyakinan dan penilaian, Thaler (1999)

No comments:

Post a Comment