Sunday, January 22, 2023

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Kerja Kontraproduktif (skripsi, tesis, dan disertasi)

 Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku kerja kontraproduktif menurut Sacket dan Devore (Anderson, Deniz, Sinangil & Viswesvaran, 2001), yaitu:

 a.Faktor kepribadianFaktor kepribadian tertentu ditemukan dapat mempengaruhi karyawan terlibat dalam perilaku kerja kontraproduktif. Ciri-ciri kepribadian yang telah diteliti berkaitan dengan perilaku kerja kontraproduktif adalah kestabilan emosi, ektroversi, agreeableness, keterbukaan dan kesadaran untuk membangun pengalaman. Hasil penelitian menunjukkanhubungan yang konsisten dengan perilaku kerja kontraproduktif yang dilakukan karyawan di lingkungan kerja.b.Karakteristik pekerjaanKarakteristik pekerjaan yang diberikan dan cara kerja pada organisasi akan mempengaruhi karyawan dalam menyelesaikan tugas dengan sempurna, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan dan hasil kerja yang dicapai. Perilaku kerja kontraproduktif akan terjadi ketika karyawan terlalu diawasi dengan ketat oleh atasan dan selalu diawasi sehingga karyawan tidak mempunyai kesempatan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan rencana dan wawasan mereka sendiri.c.Karakteristik kelompok kerjaKarakteristik kelompok kerja dapat mempengaruhi antar pekerjadi lingkungan organisasi. Individu cenderung akan mengikuti tingkah laku yang menjadi kebiasan didalam kelompok organisasi. Perilaku yang biasa diterapkan pada kelompok kerja memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku individu karena apa yang dilakukan oleh orang lain akan
 menimbulkan dampak terhadap perilaku kerja kontraproduktif. Individu akan mengembangkan sikapnya sesuai dengan kelompok kerjanya. Karyawan akan mengamati perilaku karyawan lainnya dan melihat konsekuensi yang ditimbulkan dari perilaku tersebut. Sehingga mereka akan menyesuaikan tingkah laku mereka berdasarkan konsekuensi yang dialami. d.Budaya organisasiBudaya organisasi dan karateristik kelompok kerja memiliki kesamaan karena keduanya merupakan pengaruh sosial yang mampu mempengaruhi individu di tempat kerja. Namun, budaya organisasi mencakup lebih luas yang dipengaruhi oleh faktor diluar kelompok kerja.Perilaku kerja kontrproduktif biasa terjadi pada perusahaan dimana kode etik yang berlaku tidak didefinisikan dengan baik. Salah satu bidang yang menjadi fokus budaya organisasi adalah mengenai konsep iklim kejujuran yang ada di organisasi. e.Sistem pengendalian organisasiSistem pengendalian organisasi merupakan entitas fisik atau prosedural yang ada di tempat kerja khusus untuk mengurangi terjadinya perilaku kerja kontraproduktif melalui pengawasan atau dengan meningkatkan hukuman. Pertama dapat dilakukan dengan pengawasan oleh atasan kemudian dapat di tingkatkan dengan menggunakan teknologi. Praktik sistem pengendalian organisasi dapat berupa sistem keamanan  melalui aplikasi komputer, pelatihan karyawan, pengawasan oleh atasan dan memasang cctv. f.Ketidakadilan organisasiKetidakadilan organisasi dapat menimbulkan perilaku kerja kontraproduktif jika usaha atau imbalan yang diterima karyawan tidak sesuai dengan usaha yang telah diberikan sehingga karyawan merasa tidak adanya keadilan di lingkungan organisasi. Karyawan akan membandingkan imbalan yang didapatkan atas usaha yang telah mereka berikan kepada organisasi dengan imbalan yang diterima oleh karyawan lain berdasarkan usaha mereka masing-masing. Jika rasio usaha atau imbalan yang didapat tidak proporsional dan tidak adil maka kemungkinan beberapa karyawan akan merasa menerima imbalan yang lebih dan beberapa karyawan lain akan merasa kurang beruntung. Ketidakadilan tidak hanya dilihat dari alokasi penghargaan atau hukuman yang tidak setara namun dapat berupa ketidakadilan dalam keputusan atau prosedur yang dibuat oleh atasan

No comments:

Post a Comment