Wednesday, January 4, 2023

Pengaruh Inovasi Produk terhadap Minat Beli Ulang Konsumen (skripsi, tesis, dan disertasi)

 


Semakin banyaknya pesaing yang menawarkan produk sejenis membuat para
konsumen lebih selektif untuk memilih produk yang di butuhkan. Setiap perusahaan
berusaha untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen melalui produk yang
ditawarkan, sedangkan konsumen mencari produk yang terbaik. Hal tersebut menjadi
faktor pendorong bagi setiap perusahaan untuk menciptakan sesuatu yang baru
dengan melakukan inovasi terhadap produk. Menurut Hubeis (2012: 76) inovasi ini
diperlukan oleh perusahaan, agar tetap bertahan, atau menjadi lebih kompetitif.
Inovasi produk meliputi berbagai kegiatan pengembangan produk - perbaikan produk,
pengembangan yang seluruhnya baru, dan perluasan yang meningkatkan jangkauan
atau jumlah lini produk yang dapat ditawarkan perusahaan (Kotler dan Amstrong,
2008 : 603-604).
Strategi tersebut merupakan suatu langkah yang dapat membuat produk
menjadi lebih maju dibandingkan dengan produk pesaing, apalagi bila para pesaing
tidak mengalami perubahan dan cenderung statis. Keadaan tersebut menguntungkan
bagi perusahaan yang menerapkan strategi inovasi produk, karena akan menjadi nilai
tambah bagi para konsumennya. Minat pembelian ulang adalah niat untuk melakukan
pembelian kembali pada kesempatan mendatang (Kinnear & Taylor) dalam Saidani
dan Arifin (2012). Menurut Ferdinand (2002: 25-26) dalam Saidani dan Arifin 
(2012) minat beli ulang dapat didefinisikan melalui indikator-indikator yaitu minat
transaksional, minat referensial, minat preferensial, dan minat eksploratif.
Para konsumen melihat produk tersebut menarik dengan adanya perubahan
yang terjadi pada produk yang akan mereka beli. Jadi, inovasi yang terdapat pada
suatu produk mengidentifikasi siapa penjual atau pembuat barang tertentu untuk
memberikan tampilan manfaat tertentu untuk pembeli. Konsumen memandang
inovasi produk sebagai bagian yang penting dari suatu produk, karena itu penjual
berusaha keras untuk merancang, menciptakan kemudian merealisasikan ide- ide
menjadi sebuah produk yang inovatif dalam rangka menarik minat beli konsumen.
Dalam penelitian Hwang, Min Woo (2005) menjelaskan: “There has been similar
analysis that purchase intention and purchase action starts from customer
satisfaction” (Uncles and Laurent; Sharp and Sharp 1997). Bahwa terdapat analisis
serupa antara minat beli dan tindakan pembelian awal dalam kepuasan konsumen.
Maka dari itu untuk mengukur seberapa besar inovasi produk yang dilakukan dalam
meningkatkan kepuasan pelanggan perlu mengukur minat beli ulang konsumen.
Seperti yang dikatakan Hsun Ho dan Wo, (2011: pp 259-260) dalam penelitiannya
bahwa minat beli untuk mengukur inovasi produk sudah sangat handal. Karena nilainilai dan inovasi yang diharapkan oleh konsumen dari barang ataupun jasa
berpengaruh terhadap minat beli konsumen untuk melakukan pembelian ulang yang
ditawarkan perusahaan. Selain itu berdasarkan hasil penelitian Yeh, Pei-jung (2008)
antara inovasi dan minat beli ulang memiliki korelasi yang sangat positif bagi 
konsumen dan memiliki pengaruh timbal balik terhadap keduanya. Dan didukung
oleh penliti lain yaitu Wang Ke Yi (2010) yang menegaskan bahwa inovasi akan
meningkatkan minat beli ulang pelanggan sampai batas tertentu. Selain itu terdapat
penelitian yang dilakukan oleh Naved, Tahir, et.,al (2010) yang menegaskan bahwa
jika sebuah perusahaan ingin bertahan hidup untuk jangka panjang, harus bekerja
untuk loyalitas pelanggan, dan inovasi dianggap sebagai elemen penting untuk
menarik minat beli ulang pelanggan di masa yang akan datang. Rogers (1983) dalam
Mascarenhas (2009)
“Identifies six characteristics of innovations from the viewpoint of their
diffusion or adoption by consumers:”
1. Relative advantage,
2. Compatibility,
3. Trialability,
4. Observability,
5. Complexity, and
6. Perceived risk.
The first four characteristics are positively related, while the latter two
are negatively related, to innovation-adoption (Gatignon and Robertson:
1985).
Hal tersebut juga diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan Cheng-Hsun Ho
dan Wenchieh Wu (2011) yang menyatakan konsumen lebih cenderung untuk
mengadopsi produk baru yang mereka anggap memiliki relative advantages,
compatibility, trialability, dan observability. Berdasarkan penelitian tersebut maka
hanya digunakan empat dari enam karakteristik inovasi dalam teori Roger tersebut
yaitu Relative advantage, Compatibility, Trialability, Observability

No comments:

Post a Comment