Wednesday, January 4, 2023

Ranah Kecerdasan Emosional (skripsi, tesis, disertasi)

 . 

Stein and Book (dalam Goleman, 2000) mengemukakan ranah kecerdasan
emosional sebagai berikut:
a. Ranah intrapribadi
Ranah intrapribadi terkait dengan kemampuan individu untuk mengenal
dan mengendalikan diri sendiri. Ranah ini terkait pula dengan apa yang kerap kali
disebut “inner-self” (diri terdalam, batiniah). Dunia interpribadi menentukan
seberapa dalamnya perasaan seseorang, seberapa puas ia terhadap keadaan dirinya
dan prestasi yang dicapai dalam kesuksesannya. Dalam ranah ini terkandung arti
seseorang dapat mengungkapkan perasaannya, dapat hidup dan bekerja mandiri,
tegar dan memiliki rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan dan
keyakinannya. Ranah intrapribadi meliputi lima sub bagian atau skala berikut ini:
1) kesadaran diri, yakni kemampuan untuk mengenal dan memilah perasaan,
memahami hal yang sedang dirasakan dan mengapa dirasakan, mengetahui
penyebab munculnya, serta pengaruh perilaku terhadap orang lain, 2) sikap
asertif, yakni kemampuan menyampaikan secara jelas pikiran dan perasaannya,
membela diri dan mempertahankan pendapat secara tegas, sikap ini meliputi tiga
komponen (a) kemampuan mengungkapkan perasaan, misalnya: untuk menerima
dan mengungkapkan perasaan marah, hangat, dan perasaan seksual, (b)
kemampuan mengungkapkan keyakinan dan pemikiran secara terbuka, misalnya:
mampu menyuarakan pendapat, menyatakan ketidaksetujuan dan bersikap tegas,
meskipun secara emosional sulit melakukan ini, bahkan sekalipun tidak mungkin
harus mengorbankan sesuatu, (c) kemampuan untuk mempertahankan hak-hak
pribadi (tidak membiarkan orang lain mengganggu dan memanfaatlkan dirinya).
Ia bukan orang yang terlalu suka menahan diri dan juga bukan pemalu, ia dapat
mengungkapkan perasaannya tanpa bertindak agresif atau melecehkan orang lain,
3) kemandirian, yakni kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri
sendiri. Secara lebih luas dimaksudkan kemampuan untuk mengarahkan dan
mengendalikan diri dalam berpikir dan bertindak dengan tidak merasa bergantung
pada orang lain secara emosional. Dengan itu ia mampu bekerja sendiri dengan
tingkat kepercayaan diri dan kekuatan batin yang tinggi, serta ingin memenuhi
harapan dan kewajiban tanpa diperbudak oleh kedua jenius tuntutan tersebut, 4)
penghargaan diri, yakni kemampuan untuk mengenali kekuatan dan kelemahan
diri sendiri dan menyenangi diri meskipun memiliki kelemahan. Dalam pengertian
luas mampu untuk menghormati dan menerima diri sendiri serta menyukai apa
adanya dirimnua sendiri. Dalam hal ini ia mensyukuri berbagai aspek dan
kemungkinan positif yang diserap dan juga menerima aspek negatif sebagai
keterbatasan dirinya yang manusiawi, 5) aktualisasi diri, yakni kemampuan
mewujudkan potensi diri yang dimiliki dan merasa senang (puas) dengan prestasi
yang dicapai dalam lingkup pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Dalam
pengertian luas, berupa kemampuan yang potensial, yaitu perjuangan untuk
meraih kehidupan yang bermakna, kaya dan utuh. Berjuang mewujudkan potensi
diri berarti mengembangkan aneka kegiatan yang dapat menyenangkan dan
bermakna. Hal ini adalah proses perjuangan yang berkesinambungan yang
dinamis, bertujuan mengambangkan kemampuan dan bakatnya secara maksimal
serta berusaha secara gigih dan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri secara
komprehensif, dan ini menjadi mbagian dari kepuasan diri.
b. Ranah antar pribadi
Ranah antar pribadi berkaitan dengan keterampilan dalam bergaul yang
dimiliki oleh seseorang, kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan bergaul
secara baik dengan orang lain. Ranah kecerdasan emosional ini juga memiliki
hubungan dengan apa yang sering disebut dengan keterampilan berinteraksi.
Seseorang yang berperan dengan baik dalam ranah ini memiliki ciri
bertanggungjawab dan dapat diandalkan. Mereka memahami bagaimana
berinteraksi dan bergaul secara baik dengan orang lain dalam berbagai situasi.
Mereka dapat membangkitkan kepercayaan dan menjelaskan perannya dengan
baik sebagai bagian dari suatu kelompok. Ranah antar pribadi ini terdiri tiga subbab atau tiga skala antara lain:
1) Empati, yakni kemampuan untuk memahami perasaan dan pikiran orang lain,
kemampuan unbtuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain. Dengan kata
lain, empati dapat disebut juga sebagai kemampuan untuk menyadari, memahami
dan menghargai perasaan dan pikiran orang lain. Empati adalah peka
(menyelaraskan diri) terhadap apa, bagaimana dan latar belakang perasaan dan
pikiran orang lain sebagaimana orang tersebut merasakan dan memikirkannya.
Bersikap empati artinya mampu membaca orang lain dari sudut pandang emosi.
Orang yang empati peduli pada orang lain dan memperlihatkan minat dan
perhatiannya pada mereka, 2) Tanggung jawab sosial, yakni kemampuan untuk
menjadi anggota masyarakat yang dapat bekerja sama dan bermanfaat bagi
komunitas masyarakat. Dalam pengertian luas, berarti kemampuan untuk
membuktikan individu adalah anggota komunitas masyarakat yang dapat bekerja
sama dan beperan konstruktif. Hal ini meliputi kemampuan bertindak secara
bertanggung jawab dalam masyarakatnya. Individu melakukan sesuatu bersama
orang lain, bertindak sesuai hati nurani, dan menjunjung tinggi norma yang
berlaku dalam komunitas masyarakatnya. Individu yang memiliki tanggung jawab
sosial memiliki kesadaran sosial dan sangat peduli dan dapat menerima orang
lain, serta dapat menggunakan bakatnya demi kebaikan bersama. Sebaliknya,
individu yang tidak memiliki tanggung jawab sosial akan memperlihatkan sikap
anti sosial, bertindak sewenang-wenang pada orang lain dan senantiasa
memanfaatkan orang untuk kepentingan diri pribadi, 3) Hubungan antar pribadi,
(menurut Redzuan dan Haslinda, 2004) yakni kemampuan untuk menciptakan dan
mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan, dan ditandai oleh sikap
saling memberi dan saling menerima serta memiliki rasa kedekatan emosional.
Dalam pengertian luas berupa kemampuan membina dan memelihara yang salaing
memuaskan, yang ditandai dengan keakraban dan saling memberi serta saling
menerima kasih sayang, dalam hal ini dicirikan oleh kepedulian pada sesama.
Unsur kecerdasan emosional ini tidak hanya berkaitan dengan keinginan untuk
membina persahabatan dengan orang lain, tetapi juga dengan kemampuan ini
individu merasa tenang dan nyaman berada pada jalinan hubungan tersebut, serta
memiliki harapan positif yang berkaitan dengan instruksi sosial.
c. Ranah penyesuaian diri
Ranah penyesuaian diri berhubungan dengan kemampuan untuk bersikap
realistis, dan untuk memecahkan permsalahan yang dihadapi. Dalam pengertian
lain, ranah ini berhubungan dengan kemampuan individu untuk menanggapi
situasi yang sulit. Keberhasilan dalam hal ini mengandung arti dapat menghadapi
dan menyelesaikan masalah, dengan perencanaan yang baik dapat menghadapi
dan menyelesaikan masalah, serta dapat menyelesaikan konflik di lingkungan
sosialnya. Ranah ini melupti tiga skala berikut: 1) uji realitas, yakni kemampuan
untuk melihat sesuatu sesuai dengan kenyataan, bukan seperti harapan dan
kekhawatiran. Secara lebih luas, berarti kemampuan menilai kesesuaian antara
apa yang dialami dan apa yang secara objektif terjadi. Uji realitas adalah
“menyimak” situasi yang ada di hadapan mata, merupakan kemampuan melihat
masalah secara objektif sebagaimana adanya, bukan sebagaimana dipersepsikan.
Menguji derajat kesesuaian ini mensyaratkan pencarian bukti-bukti objektif untuk
menegaskan, membenarkan dan mendukung perasaan, persepsi dan pikiran.
Penekanannya adalah ada kepragmatisan dan keobjektifan. Aspek penting dalam
hal ini meliputi kemampuan berkonsentrasi dan memusatkan perhatian ketika
berupaya menilai dan menarik diri dari dunia luar, penyesuaian diri denagn
siatuasi langsung, dan ketenangan serta kejelasan persepsi dan proses berpikir.
Secara sederhana uji realitas adalah kemampuan untuk secara akurat “menilai”
siatuasi yang di hadapan mata, 2) sikap fleksibel, yakni kemampuan untuk
menyesuaikan perasaan, pikiran dan tindakan dengtan keadaan yang berubahubah. Dalam pengertian luas, berarti kemampuan menyesuaikan emosi, pikiran
dan perilaku dengan perubahan situasi dan kondisi, sebagai unsur kecerdasan
emosional yang mencakup seluruh kemampuan menyesuaikan diri dengan
lingkungan yang tidak biasa, tidak terduga, dan dinamis. Dengan ini individu
menjadi orang yang tangkas, mampu bekerja sama dan dapat menanggapi
perubahan secara luwes. Ia bersedia merubah pikirannya jika ada bukti yang
menunjukkan ia keliru. Pada umumnya ia mau menerima gagasan, orientasi dan
kebiasaan yang berbeda, 3) pemecahan masalah, (menurut Shaleh dan Wahab,
2004) yakni kemampuan untuk mendefinisikan permasalahan kemudian bertindak
untuk mencari dan menerapkan pemecahan yang tepat. Dalam pengertian lain,
berarti kemampuan untuk mengamati dan merumuskan masalah serta menemukan
dan menerapkan pemecahan secara tepat. Kemampuan dimaksud bersifat
multifase dan menjadi proses berikut: (a) memahami masalah dan percaya diri
serta termotivasi untuk memecahkannya secara efektif, (b) menentukan dan
merumuskan masalah sejelas mungkin dengan mengumpulkan informasi yang
relevan, (c) menentukan sebanyak mungkin alternatif pemecahan masalah, berupa
gagasan, (d) mengambil keputusan untuk menerapkan salah satu alternatif
pemecahan dengan menimbang kekuatan dan kelemahan sebelum memilih yang
terbaik, (f) menilai hasil alternatif pemecahan yang digunakan, (g) mengulang
proses tersebut di atas jika masalah tetap belum terpecahkan. Shaleh dan Wahab
(2004) menegaskan bahwa pemecahan masalah berhubungan dengan sikap hatihati, disiplin, dan sistematika dalam menghadapi dan memandang masalah.
Kemampuan ini juga berhubungan dengan keinginan untuk melakukan yang
terbaik dan menghadapi, bukan menghindari masalah.
Berdasarkan paparan para ahli sebelumnya dapat dijelaskan bahwa, yang
dimaksud dengan kecerdasan emosional dalam penelitian adalah kemampuan
siswa dalam menggunakan emosi secara efektif dalam mengungkapkan dan
memahami perasaan dalam mengelola perasaan diri sendiri dalam membangun
hubungan yang positif dengan orang lain dilihat berdasarkan pengenalan diri (selfawareness), pengaturan diri (self-regulation), motivasi diri (self-motivation) dan
hubungan yang efektif (efektive relationship).

No comments:

Post a Comment