Dari hasil beberapa studi yang dilakukan (dalam Greenglass, Burke & Fiksenbaum, 2002), ditemukan adanya pengaruh job insecurity terhadap karyawan, diantaranya : 1. Meningkatnya ketidakpuasan dalam bekerja (Ashford, Lee & Bobko, 1989) 2. Meningkatnya gangguan fisik (Ashford, Lee & Bobko, 1989) 3. Meningkatnya gangguan psikologis. Menurut Roskies dan Louise Guerin (dalam Greenglass, Burke & Fiksenbaum, 2002)) , penurunan kondisi kerja seperti rasa tidak aman (insecure) menurunkan kualitas individu bukan dari pekerjaannya semata, namun juga mengarahkan pada munculnya rasa kehilangan martabat (demotion) yang pada akhirnya menurunkan kondisi psikologis dari karyawan yang bersangkutan. Jangka panjangnya akan muncul ketidakpuasan dalam bekerjadan akan mengarah pada intensi turnover. 4. Karyawan cenderung menarik diri dari lingkungan kerjanya (Ashford et al, 1989) 5. Makin berkurangnya komitmen organisasi (Ashford, 1989). Job insecurity juga mempengaruhi komitmen kerja dan perilaku kerja. Studi yang dilakukan oleh Greenhalg dan King (dalam Greenglass, Burke & Fiksenbaum, 2002))menunjukkan bahwa individu yang bisa melalui tahapan kritis dari rasa tidak aman akan makin berkurang komitmennya. 6. Peningkatan jumlah karyawan yang berpindah (employee turnover) (Ashford, Davy, dalam Greenglass, Burke & Fiksenbaum, 2002))
No comments:
Post a Comment