Wednesday, February 15, 2023

Pengembangan Karir (skripsi, tesis, dan disertasi)

Secara sederhana, kepuasan kerja diartikan sebagai “persaan seseorang terhadap pekerjaan” (As’ad, 1998:104). Sifat dari kepuasan kerja itu sendiri sangat individual, yang berarti pandangan tentang perasaan puas antara seorang individu dengan individu lain akan sangat berbeda. Hal ini dikarenakan setiap individu adalah makhluk unik yang berbeda satu dengan lainnya sehinga sistem nilai yang dianut untuk mengukur kepuasan kerja yang dimiliki setiap individu akan berbeda pula. Pada umumnya, cara untuk mengukur kepuasan kerja adalah dengan melihat seberapa banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan seseorang. Semakin banyak aspek yang telah terpenui maka semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang dimiliki orang tersebut. Perasaan puas umumnya dicirikan sebagai suatu perasaan positif yang kemudian membawa dampak perilaku yang positif dalam diri seseorang. Robbins dan Judge (2013:108) secara spesifik mendeskripsikan kepuasan kerja sebagai perasaan positif seseorang atas pekerjaannya yang diperoleh dari suatu evaluasi terhadap karakteriskik kepuasan itu sendiri. Perasaan positif ini umumnya identik dengan rasa bahagia dan nyaman karena harapan seseorang dari pekerjaannya telah banyak terpenuhi. Secara lebih sederhana, Porter dan Steers (1973) menyatakan bahwa
 perasaan puas merupakan suatu tingkatan akumulasi dari harapan-harapan karyawan yang sudah dapat terpenuhi (di dalam Karim dan Rehman, 2012:94). Apabila sifat dan jenis pekerjaan yang harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan nilai yang dimiliki seseorang maka rasa puas terhadap pekerjaan akan timbul (Locke, 1995:126).

No comments:

Post a Comment