Menurut (Prawirodirdjo, 2007) menjelaskan beberapa teori kepuasan kerja sebagai berikut: 1.Teori Dua Faktordari Herzberg (1986) Dikembangkan oleh Frederick Herzberg bertitik tolak dari teori hirarki kebutuhannya Abrraham Maaslow. Dua faktor ini menyebabkan terjadinya rasa puas dan tidak puas yaitu faktor pemeliharaan (maintainance factors)yang dikenali pada pegawai tidak puas meliputi kebijakan perusahaan, upah, kondisi kerja, kualitas kerja, dan faktor permotivasian (motivations factors)dikenali pada pegawai puas me;iputi dorongan, tanggung jawab atas kerjanya, mampu bekerja sama, berprestasi, kesempatan untuk maju.2.Teori Pengharapan (expatancy theory), usaha yang dipengaruhi atas hasil yang telah diharapkan pegawai tersebut. Victor H. Vroom menjelaskan bahwa motivasi merupan apa yang diharapkan dan menginginkan sesuati, yang akan membawanya:a.Outcome, adalah nilai yang didapatkan karyawan berupa upah, keempatan untuk maju, dan penghargaan.b.Comparison person, pegawai yang sama, namun dalam pekerjaannya memiliki progress dari peerjaan sebelumnya.
Menurut teori ini dikatakan tidak puas dan puas dapat dilihat dari hasil perbandingan input-outcomedirinya dengan input-outcome(compar ison per son).3.Teori Perbedaan(Discrepancy theory) dikemukakan oleh Proter bahwa mengukur tingkat kepuadan pegawa dengan memghitung selisih apa yang diharapkan pegawai dengan apa yang didapat atau dirasakan pegawai.4.Teori Pemenuhan Kebutuhan (Need fulfillment theory) teori ini mengemukakan akan dinyatakan puas apabila kebutuhan pegawai telah terpenuhi, sebaliknnya akan muncul ketidakpuasan apabila yang dibutuhkan tidak terpenuhi.
No comments:
Post a Comment