Menurut Mulyadi (1997: 347) umumnya harga jual produk dan jasa standar ditentukan oleh perimbangan permintaan dan penawaran di pasar, sehingga biaya bukan merupakan penentu harga jual, tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi. Dengan demikian permintaan konsumen atas produk dan jasa tidak mudah ditentukan oleh manajer penentu harga jual karena dalam penentuan harga jual tersebut akan menghadapi banyak ketidakpastian.
Satu-satunya faktor yang memiliki kepastian relatif tinggi yang berpengaruh dalam penentuan harga jual adalah biaya. Biaya memberikan informasi batas bawah suatu harga jual. Di bawah biaya penuh produk atau jasa, harga jual akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Kerugian yang timbul akibat harga jual di bawah biaya produk atau jasa dalam jangka waktu tertentu akan mengakibatkan perusahaan akan berhenti sebagai going concern atau akan mengganggu pertumbuhan perusahaan dan lebih jauh lagi hanya membebani pemerintah dengan pemberian subsidi.
Dalam keadaan normal, harga jual harus mampu menutup biaya penuh dan menghasilkan laba yang sepadan dengan investasi. Dalam keadaan khusus, harga jual produk tidak dibebani tugas untuk menutup seluruh biaya penuh. Setiap harga jual di atas biaya variabel memberikan kontribusi dalam menutup biaya tetap.
Penentuan harga jual produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan yang diatur dengan peraturan pemerintah, biaya penuh masa yang akan datang yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual tersebut dihitung dengan menggunakan pendekatan full costing saja tidak diterima sebagai prinsip akuntansi yang lazim. Dengan pendekatan full costing, maka harga jual produk atau jasa dapat menutup biaya biaya penuh yang bersangkutan dan menghasilkan laba yang dikehendaki.
Biaya penuh merupakan total pengorbanan sumber daya untuk menghasilkan produk atau jasa, sehingga semua pengorbanan ini harus dapat ditutup oleh pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa. Di samping itu harga jual harus pula dapat menghasilkan laba yang memadai sepadan dengan investasi yang ditanamkan untuk menghasilkan produk atau jasa. Dengan informasi biaya penuh akan memberikan manfaat dalam pengambilan keputusan penentuan harga jual dan merupakan titik awal untuk mengurangi ketidakpastian yang dihadapi oleh manajer penentuan harga jual karena dengan biaya penuh produk atau jasa yang cermat ditangannya, manajer penentu harga jual memiliki dasar untuk menetapkan kebijakan penentuan harga jual dengan aman.
Menurut Mansoer (1999:18), sesuai perhitungan biaya yang dibuat, dibedakan antara biaya ekonomi dan biaya finansial yang semuanya merupakan dan memenuhi kondisi minimum. Maka hasil atau konsekuensi yang diperoleh akan tergantung pada pertimbangan apa yang dipakai dalam penentuan harga. Bila pertimbangan ekonomi yang digunakan, maka secara operasional harus dijalankan tampa subsidi, meskipun masih dimungkinkan diberikan subsidi silang, diperoleh total kesejahteraan/manfaat bersih yang maksimal, mungkin diderita kerugian finansial. Bila pertimbangan finansial yang digunakan dalam menentukan harga maka ini harus dilakukan tampa subsidi hingga diperoleh surplus usaha atau keuntungan yang nantinya dapat digunakan untuk mengembangkan sumber daya air lebih lanjut dan mengadakan pelayanan investasi baru.
Harga/tarif layanan air minum dilakukan secara terdiferensiasi menurut kelompok sosial, rumah tangga dan industri dengan berbagai klassifikasi. Ini merupakan upaya untuk pemerataan dengan pertimbangan sosial politis, tetapi untuk pertimbangan ekonomi–finansial maka hanya dibuat midpoin (rata-rata) saja, hingga dapat diketahui sisa hasil usaha berupa keuntungan atau kerugian yaitu pendapatan total minus biaya total.
No comments:
Post a Comment