Saturday, March 18, 2023

Manajemen Laba

 


Manajemen laba adalah suatu tindakan yang dilakukan manajer
dengan cara menaikkan atau menurunkan tingkat laba yang berkaitan
dengan bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Sulistyanto (2008) dalam
Nugroho (2015) manajemen laba diartikan sebagai upaya manajer pada
suatu perusahaan untuk mempengaruhi informasi-informasi tertentu dalam
laporan keuangan dengan suatu tujuan untuk mengelabui pihak eksternal
yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan.
Purwanti (2012) menyatakan bahwa standar akuntansi merupakan
salah satu peluang bagi para manajer untuk memilih beberapa metode
alternatif untuk melancarkan tujuannya mensejahterakan diri sendiri,
manajer dapat mengganti jumlah angka yang berkaitan dengan biaya atau
jumlah angka pendapatan. Hal ini membuka peluang bagi manajemen untuk
mendapat keuntungan dalam pengukuran keuangan dan menghitung laba
perusahaan lainnya.
Manajemen laba adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh pihak
manajemen yang menaikkan atau menurunkan laba yang dilaporkan dari
unit yang menjadi tanggung jawabnya, yang tidak mempunyai hubungan
dengan kenaikan atau penurunan profitabilitas perusahaan untuk jangka
panjang (Widjaja, 2004 dalam Palestin, 2009). Manajemen laba terjadi
karena manajer menyalahgunakan penilaiannya dalam proses pelaporan
keuangan dan proses penyusunan transaksi, sehingga laporan keuangan
berubah dan berbeda dari yang sebenarnya.
Manipulasi laporan keuangan dapat menyebabkan para stakeholders
keliru dalam memberikan penilaian terhadap kinerja ekonomi perusahaan,
tindakan ini juga berdampak pada hasil yang didapatkan oleh perusahaan
berkaitan dengan kontrak antara pihak internal dan eksternal yang berkaitan
dengan besarnya angka yang menjadi kesepakatan bersama kedua pihak.
Menurut Scott (2003) dalam Kusumo (2015) manajemen laba memiliki pola
tertentu dan dapat dilakukan dengan cara berikut:
a. Taking a Bath
Pola semacam ini dapat terjadi apabila saat reorganisasi
berlangsung termasuk pengangkatan Chief Executive Officer (CEO)
yang baru, dengan cara memanipulasi laporan dan meningkatkan
biaya yang dikeluarkan untuk pengangkatan CEO. Tindakan ini
diharapkan mampu menaikkan tingkat laba.
15
b. Income Minimization
Pola ini dilakukan dengan cara menurunkan jumlah laba yang
akan dilaporkan kepada pihak eksternal. Cara ini dapat dilakukan
ketika kondisi profitabilitas perusahaan meningkat dengan tujuan
untuk mendapat perhatian politis.
c. Income Maximization
Pola jenis ini dilakukan oleh manajer dengan cara
meningkatkan jumlah angka laba yang akan dilaporkan kepada
pihak eksternal dengan tujuan mendaptkan bonus yang besar dan
apresiasi yang tinggi. Pola jenis ini sering dilakukan saat kondisi
laba perusahaan mengalami penurunan. Kondisi yang dialami oleh
manajer seperti perlanggaran perjanjian utang juga dapat
menyebabkan terjadinya pola manajemen laba jenis ini.
d. Income Smothing
Pola ini dilakukan oleh perusahaan dengan cara meratakan
laba yang akan dilaporkan, dan dapat berdampak untuk mengurangi
fluktuasi laba yang terlalu tinggi, karena investor pda umumnya
lebih menyukai tingkat laba yang relatif stabil.

No comments:

Post a Comment