Saturday, March 18, 2023

Teori Akuntansi Positif

 


Positive Accounting Theory dapat dikaitkan dengan motivasi atau suatu
dorongan yang melandasi adanya motivasi bagi manajer untuk melakukan
tindakan oportunis. Menurut Priantinah (2009) dalam Wijaya dan
Christiawan (2014) adalah sebagai berikut :
a. Bonus Plan Hypothesis
Merupakan hipotesis yang didasarkan pada pemberian bonus
kepada karyawan. Dengan demikian manajer akan berusaha untuk
meningkatkan tingkat laba perusahaan dengan tujuan memperoleh bonus
yang tinggi. Melalui rencana bonus yang dimiliki oleh perusahaan,
manajer akan cenderung untuk memilih metode akuntansi yang tepat
yaitu metode yangdapat menggeser laba dari masa depan ke masa
sekarang guna meningkatkan laba yang ada (Priantinah, 2009 Wijaya
dan Christiawan, 2014).
b. Debt Covenant Hypothesis
Merupakan hipotesis yang berkaitan dengan perjanjian hutang
perusahaan. Menurut Elfira (2014) dalam Wijaya dan Christiawan (2014)
manajer akan berusaha untuk mengatur laba sehingga dapat menunda
kewajiban hutang perusahaan. Perusahaan dengan tingkat hutang yang
tinggi akan mengalami kesulitan dalam membayar kewajibannya dan
manajer akan cenderung untuk melanggar perjanjian hutang.
c. Political Cost Hypothesis
Dalam hipotesis ini menggambarkan hubungan antara pemerintah
dengan manajemen. Dimana perusahaan yang memiliki tingkat politis
yang tinggi akan membuat manajer untuk memilih metode akuntansi
yang tepat untuk meminimalisasi laba (Tanomi, 2012 dalam Wijaya dan
Christiawan, 2014). Perusahaan dengan profit yang tinggi akan menarik
perhatian dari pemerintah dan manajer akan berusaha untuk mengurangi
biaya politis tersebut

No comments:

Post a Comment