Return meurpakan imbal hasil dari suatu investasi. Return dapat berupa return yang telah didapatkan oleh investor disebut return realisasian (return realized) yang dihitung dengan memanfaatkan data historis. Return realisasian dapat digunakan untuk mengetahui kinerja perusahaan. Kemudian return juga dapat berupa expected return yakni imbal hasil yang diharapanoleh investor. Return realisasian dapat digunakan untuk menentukan imbal hasil yang diharapkan dan risiko yang akan dihadapi dimasa yang akan datang (Jogiyanto, 2010).
Return dapat didefinisikan untuk mengubah nilai suatu aset selama periode waktu tertentu. Perubahan ini disebabkan oleh perubahan harga plus manfaat bunga atau pembayaran. Dengan kata lain, pengembalian investasi dalam saham biasa dicapai pada periode tertentu sesuai dengan harga pertama dan terakhir kali dan manfaat kepemilikan. Secara ekonomi, tujuan orang-orang dari membeli saham perusahaan dan bisnis adalah untuk mendapatkan efisiensi (Nafooti, et.alm,2013)
Menurut Tandellin (2010), return saham adalah salah satu faktor yang memotivasi investor untuk berinvestasi dan juga merupakan hasil dari keberanian investor untuk menanggung risiko berinvestasi. Return investasi terdiri dari dua komponen utama, yaitu:
- Yield, komponen return yang mencerminkan arus kas atau pendapatan yang diperoleh secara berkala dari investasi. Hasil hanya nol (0) dan positif (+).
- Capital gain (kerugian, komponen return yang merupakan kenaikan (penurunan) harga keuntungan (kerugian) bagi investor. Keuntungan modal dalam bentuk angka minus (-), nol (0) dan positif (+). Secara sistematis return investasi dapat ditulis sebagai berikut:
Pengembalian total = hasil + capital gain (lost)
Jogiyanto (2010) untuk mengukur return realisasian dapat menggunakan return total, realtif return, kumulatif return, return yang disesuaikan. Selain itu ada juga rata-rata return yakni return yang didasarkan atas rata-rata geometrik dan rata-rata aritmatika. Return total merupakan imbal hasil keseluruhan dalam periode tertentu dari suatu invetasi. Imbal hasil tersebut terdiri dari keuntungan dan kerugian, serta yield. Keuntungan dan kerugian merupakan imbal hasil yang didapatkan oleh investor dari suatu investasi dalam periode tertentu. Sedangkan yield merupakan keuntungan atau imbal hasil dari suatu invetasi. Untuk menghitung capital gain (loss) dapat menggunakan rumus:
Keterangan:
Pt: Nilai investasi saat ini
Pt-1: Nilai investasi masa lalu
Didalam invetasi saham yang dimaksud yield adalah persentase dividen dari harga saham periode sebelumnya. Apabila nilai invetasi sekarang (Pt) lebih tinggi dari nilai investasi periode lalu (Pl-t) maka berarti investor memperoleh keuntungan, begitupun sebaliknya apabila nilai invetasi sekarang (Pt) lebih rendah dari nilai investasi periode lalu (Pl-t) maka berarti investor mengalami kerugian. Untuk mengetahui dan menghitung return total dari invetasi saham dapat menggunakan rumus:
No comments:
Post a Comment