Spiritualitas dalam pekerjaan sebagai kerangka kerja dari nilai-nilai budaya
organisasi yang mendorong pengalaman transenden para karyawan melalui proses
bekerja, memfasilitasi perasaan terhubung mereka dengan orang lain sekaligus
memberikan mereka perasaan lengkap dan bahagia (Nurtjahjanti, 2010:28).
Spiritualitas di tempat kerja didefinisikan sebagai tempat kerja yang mengakui
bahwa karyawan memiliki kehidupan batin dari pekerjaan (Angraini, 2017:3).
Ashmos dan Duchan (2000:137) menyatakan bahwa spiritualitas tempat
kerja dapat didefinisikan sebagai pengakuan bahwa karyawan memiliki pusat
kehidupan yang memelihara dan dipelihara dengan pekerjaan bermakna yang
mengambil tempat dalam konteks sebuah komunitas. Menurut Robbins (2005)
mengemukakan bahwa “Workplace spirituality recognizes that people have an
inner life that nourishes and is nourished by meaningful work that takes place in
the context of community. Organizations that promote a spiritual culture recognize
that people have both mind and a spirit, seek to find meaning and purpose in their
work, and desire to connect with other human being and be part of community”.
Spiritualitas tempat kerja yaitu kerangka dari nilai organisasi yang dibuktikan
dengan adanyan budaya organisasi yang mendorong pengalaman transenden
karyawan melalui proses pekerjaan dan perasaan terhubung dengan orang lain yang
menghasilkan perasaan lengkap dan bahagia (Jurkiewicz dan Giacalone, 2004:129).
Spiritualitas di tempat kerja terfokus pada toleransi, kesabaran, tujuan dan
pemikiran terkait norma-norma organisasi untuk membentuk nilai-nilai pribadi
sedangkan agama terkait dengan sebuah sistem kepercayaan tertentu yaitu iman dan
keyakinan (Angraini, 2007:3).
Spiritualitas di tempat kerja, sama sekali tidak terkait dengan praktekpraktek religius yang terorganisasi, bukan tentang Tuhan ataupun teologi.
Spiritualitas di tempat kerja menyadari bahwa manusia memiliki kehidupan batin
yang tumbuh dan ditumbuhkan oleh pekerjaan yang bermakna yang
berlangsung dalam konteks komunitas. Organisasi-organisasi yang mendukung
kultur spiritual mengakui bahwa manusia memiliki pikiran dan jiwa, berusaha
mencari makna dan tujuan dalam pekerjaan mereka, dan hasrat untuk
berhubungan dengan orang lain serta menjadi bagian dari komunitas (Robbins,
2005).
Berdasarkan pengertian-pengertian spiritualitas tempat kerja di atas, maka
spiritualitas tempat kerja dapat diartikan sebagai salah satu dari nilai intrinsik,
pembuktian akan konsep dan tujuan yang sifatnya kearifan batin, transformasi dan
kreativitas. Atau spiritualitas di tempat kerja dapat diartikan sebagai konsep yang
membahas tentang perilaku organisasi yang mengarah kepada budaya organisasi.
No comments:
Post a Comment