Friday, September 6, 2024

Key Risk Indicator (KRI)

 


Berdasarkan COSO (The Committee of Sponsoring Organizations),
Key Risk Indicator (KRI) atau Indikator Kunci Utama merupakan alat ukur
yang digunakan oleh organisasi sebagai indikator dan pemberitahuan awal
atau dini apabila terjadi risiko di perusahaan. KRI juga digunakan untuk
memberikan gambaran situasi risiko perusahaan melalui statistik atau
perhitungan matematis. Selain itu, KRI juga membantu perusahaan dalam
merumuskan strategi penanganan risiko yang tepat sejak dini, yang
terintegrasi dengan visi dan misi perusahaan. Untuk merancang KRI yang
efektif, perhitungan risiko harus dilakukan secara berkelanjutan agar dapat
memperoleh informasi secara rinci (Coleman, 2009).
Ada beberapa tahap dalam mengelola risiko dengan KRI. Pertama,
peneliti harus mengetahui sasaran perusahaan. Selanjutnya adalah
mengidentifikasi risiko apa saja yang menghambat sasaran. Setelah
diidentifikasi, risiko-risiko yang ada harus dikelompokkan menjadi risiko
kunci. Risiko ini adalah risiko yang paling menghambat dalam mencapai
sasaran. Setelah itu, peneliti harus mengetahui penyebab munculnya risiko.
Kemudian, peneliti mencari tahu tentang indikator-indikator tersebut yang
disebut dengan metrik (alat ukur dalam memonitor dan menilai apakah
penyebab risiko berdampak besar atau berpengaruh terhadap risiko kunci.
Jika indikator-indikator sudah ditemukan, metrik tersebut dinilai (nilai
tertinggi dari metrik yang sudah teridentifikasi). Indikator kunci merupakan
indikator yang sangat relevan terhadap penyebab risiko (Adli, 2022).

No comments:

Post a Comment