Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan oleh seorang pemimpin
dalam mempengaruhi perilaku orang lain dalam hal ini adalah bawahannya. Dalam
setiap organisasi/perusahaan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda dalam
kepemimpinannya sesuai kemampuannya masing-masing. Pada
umumnya gaya kepemimpinan dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan
menjadi lima golongan utama yaitu (Rivai, 2008:103):
a.
Gaya kepemimpinan Otokratis
Gaya kepemimpinan ini menganggap
bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak. Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah
sebagai berikut:
1)
Menganggap bahwa organisasi
adalah milik pribadi.
2)
Mengidentikkan tujuan pribadi
dengan tujuan organisasi.
3)
Menganggap bahwa bawahan adalah
sebagai alat semata-mata.
4)
Tidak mau menerima kritik,
saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap dialah yang paling
benar.
5)
Selalu bergantung pada
kekuasaan formal.
6)
Dalam menggerakkan bawahan
sering mempergunakan pendekatan (Approach)
yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.
Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh
tipe pimpinan otokratis tersebut di atas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak
menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam
organisasi modern.
b.
Gaya kepemimpinan Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu
bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan
pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya tidak semua pemimpin dalam
militer adalah bertipe militeristis. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis
mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1)
Dalam menggerakkan bawahan
untuk yang telah ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat
utama.
2)
Dalam menggerakkan bawahan sangat
suka menggunakan pangkat dan jabatannya.
3)
Senang kepada formalitas yang
berlebihan.
4)
Menuntut disiplin yang tinggi
dan kepatuhan mutlak dari bawahan.
5)
Tidak mau menerima kritik dari
bawahan.
6)
Menggemari upacara-upacara
untuk berbagai keadaan.
Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh gaya
kepemimpinan militeristis jelaslah bahwa gaya kepemimpinan seperti ini bukan
merupakan pemimpin yang ideal.
c.
Gaya kepemimpinan Fathernalistis
Gaya kepemimpinan fathernalistis,
mempunyai ciri tertentu yaitu bersifat fathernal
seperti ini menggunakan pengaruh yang sifat kebapakan dalam menggerakkan
bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu
sentimentil. Sifat-sifat umum dari gaya kepemimpinan fathernalistis dapat
dikemukakan sebagai berikut:
1)
Menganggap bawahannya sebagai
manusia yang tidak dewasa.
2)
Bersikap terlalu melindungi
bawahan.
3)
Jarang memberikan kesempatan
kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, karena itu jarang dan pelimpahan
wewenang.
4)
Jarang memberikan kesempatan
kepada bawahannya tuk mengembangkan inisatif daya kreasi.
5)
Sering menganggap dirinya maha
tau, sehingga sulit menerima saran.
Harus diakui bahwa dalam keadaan
tertentu pemimpin seperti ini sangat diperlukan. Akan tetapi ditinjau dari segi
sifat-sifat negatifnya pemimpin faternalistis kurang menunjukkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yang
dipimpinnya.
d.
Gaya kepemimpinan karismatis
Sampai saat ini para ahli manajemen
belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seorang pempimin memiliki karisma.
Yang diketahui ialah gaya kepemimpinan seperti ini mampunyai daya tarik yang
amat besar, dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat besar. Kebanyakan para
pengikut menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini,
dilatar belakangi karena kurangnya pemahaman terhadap seorang pemimpin yang
karismatis, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi
dengan kekuatan gaib (supernatural powers).
Perlu dikemukakan bahwa kekayaan, umur, kesehatan, profil pendidikan dan
sebagainya, tidak dapat digunakan sebagai kriteria gaya kepemimpinan
karismatis.
e.
Gaya kepemimpinan Demokratis
Dari semua gaya kepemimpinan yang
ada, gaya kepemimpinan demokratis dianggap adalah gaya kepemimpinan yang
terbaik. Hal ini disebabkan karena gaya kepemimpinan ini selalu mendahulukan
kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu.
Beberapa ciri dari gaya kepemimpinan
demokratis adalah sebagai berikut:
1)
Dalam proses menggerakkan
bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang
termulia di dunia.
2)
Selalu berusaha menselaraskan
kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.
3)
Senang menerima saran, pendapat
dan bahkan kritik dari bawahannya.
4)
Mentolerir bawahan yang membuat
kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan
dengan tidak mengurangi kreativitas,
inisatif, dan prakarsa dari bawahan.
5)
Lebih menitik beratkan
kerjasama dalam mencapai tujuan.
6)
Selalu berusaha untuk
menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
7)
Berusaha mengembangkan
kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Dari sifat-sifat yang harus dimiliki
oleh pemimpin tipe demokratis, jelaslah bahwa tidak mudah untuk menjadi
pemimpin demokratis.
Teori kepemimpinan yang umum
misalnya menyatakan asal-usul kepemimpinan dan ada pula yang menyatakan salah
satu aspek dari fenomena kepemimpinan misalnya teori mengenai kepemimpinan,
mengenai kekuasaan, mengenai proses, mempengaruhi, atau mengenai konflik.