Saturday, January 12, 2019

Pengeluaran (skripsi dan tesis)



Yang dihitung sebagai biaya atau pengeluaran proyek (project expenditures) adalah hanya biaya atau ongkos-ongkos yang akan dikeluarkan di masa yang akan datang (future cost) untuk memperoleh penghasilan-penghasilan yang akan datang (future returns) (Pudjosumarto,1988). Untuk pembangunan rusunami, biaya pengeluaran adalah semua pengeluaran pada saat investasi dimulai sampai dengan pekerjaan konstruksi selesai. Pengeluaran untuk suatu pembangunan rusunami adalah meliputi:
  1. Modal sendiri (investasi)
  2. Pengembalian modal pinjaman berikut bunga
  3. Pajak perseroan (corporation tax)
  4. Biaya operasi dan pemeliharaan gedung

Pendapatan (skripsi dan tesis)



Bila komponen biaya adalah biaya yang diperlukan (dikeluarkan) untuk merealisasikan proyek atau investasi menjadi sebuah unit usaha yang diinginkan, maka perkiraan atau proyeksi pendapatan (revenue) adalah perkiraan dana yang masuk sebagai hasil penjualan produksi dari unit usaha yang bersangkutan. Dalam pada itu, analisis titik impas (break even point analysis) akan menunjukkan hubungan antara jumlah produksi, harga satuan dan profitabilitas suatu unit usaha.
Didalam pembangunan Rusunami, yang dimaksud dengan pendapatan (revenue) meliputi hasil penjualan sarusunami, pinjaman modal dan besaran subsidi yang diberikan oleh pemerintah yang bertujuan untuk menekan harga jual sarusunami. Namun pada kenyataannya pendapatan diluar itu masih didapat seperti biaya view yang besaran nilainya setiap lantai berbeda

Perhitungan Terhadap Bunga (skripsi dan tesis)



Sejumlah uang yang dibayarkan untuk memampaskan (compensation) terhadap perolehan dari penggunaan uang disebut bunga atau interest. Tingkat bunga atau rate of interest adalah sejumlah bunga yang dihasilkan dari bagian modal dalam suatu waktu. Tingkat bunga yang biasa dicari dengan persen per tahun atau persen per bulan (Waldiyono dkk, 1986).
Perhitungan bunga ini juga berkaitan dengan perubahan nilai uang terhadap waktu. Perhitungan bunga dilakukan untuk tingkat suku bunga tertentu. Pengertian bunga itu sendiri, adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan sebagai imbalan pada waktu pembayaran yang telah ditentukan untuk uang yang dipinjam.
Perhitungan suku bunga ini juga berkaitan dengan perubahan nilai uang terhadap waktu. Persentasenya adalah perbandingan banyaknya bunga dibagi dengan banyaknya uang yang dipinjam, kemudian dikalikan seratus persen (100%).
Dalam hubungannya dengan analisis ekonomi teknik, digunakan 2 (dua) cara umum yaitu, perhitungan bunga biasa dan perhitungan bunga berbunga (compound). Kedua cara tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.       Perhitungan Bunga Biasa (Simple Interest Calculation)
Perhitungan bunga biasa dihitung dengan menggunakan prinsip menolak semua perkembangan bunga dalam periode terdahulu, jadi perhitungan ini adalah perhitungan bunga tidak berbunga. Total bunga dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
I = P.n
dimana,
I = total bunga (simple rate)
P = modal sekarang (principle)
n = tingkat bunga (interest rate)
Sedangkan jumlah total yang harus dibayar dihitung dengan rumus :
F(n) = P + I

dimana,
F(n) = jumlah yang harus dibayar pada tahun ke-n
b.      Perhitungan Bunga Majemuk (Compound)
Pembayaran bunga pada setiap periode bunga yang ditetapkan pada sejumlah modal asal ditambah pembayaran bunga tersebut sampai saat akhir periode pembayaran disebut bunga majemuk (Waldiyono dkk, 1986). Artinya pada perhitungan bunga compound atau bunga berbunga, bunga untuk satu periode pembayaran dihitung dengan prinsip yang sama dengan bunga biasa, ditambah dengan total semua bunga yang terhitung  sebelumnya.
Apabila modal dinyatakan sebagai P, dan diinvestasikan dengan tingkat bunga sebesar i%, maka secara prinsip bunga pada akhir tahun adalah = P.i
Bunga pada akhir tahun pertama = i
Pada akhir taun pertama, jumlah total = F1
F1 = P + P.i
F1 = P(1 + i)
Bunga pada akhir tahun kedua = i2 = P(1 + i)
Pada akhir tahun kedua, jumlah total = F2
F2 = P(1 + i) + P(1 + i)i
= P(1 + i)(1 + i)
= P(1 + i)2
Bunga pada akhir tahun ketiga = i3 = P(1 + i)2 .i
Pada akhir tahun ketiga, jumlah total = F3
F3 = P(1 + i)2 + P(1 + i)2 .i
= P(1 + i)2 (1 + i)
= P(1 + i)3
Bunga pada akhir tahun ke-n
Pada akhir tahun ke-n, jumlah total = Fn
Fn = P(1 + i)n-1 + P(1 + i)n-1 .i
= P(1 + i)n
Sehingga pada perhitungan bunga majemuk atau bunga berbunga (compound) didapat rumus umum:
Fn = P(1 + i)n
Dalam rumus umum ini (1 + i)n disebut juga single payment amount factor atau compounding factor atau single payment compound amount yang dapat diperoleh lewat tabel.

Perubahan Nilai Uang Terhadap waktu (skripsi dan tesis)



Gagasan bahwa uang yang tersedia saat ini bernilai lebih dari jumlah yang sama di masa depan karena kapasitas pendapatan potensial. Ini prinsip inti keuangan menyatakan bahwa, uang yang disediakan bisa mendapatkan bunga
Uang yang disimpan dalam rekening tabungan akan mendapatkan bunga Karena ini universal, Proses dalam menghitung present value of a future income dinamakan discounting. Tingkat bunga atau interest rate yang digunakan untuk discounting ini dinamakan the discounting rate atau discounting factor. Discounting factor adalah suatu bilangan yang lebih kecil daripada 1 (satu) yang dapat dipakai untuk mengalikan atau mengurangi suatu jumlah di waktu yang akan datang (the future income) (Djamin, 1993).
a.      Present Value
Nilai uang yang tersedia saat ini bernilai lebih dari jumlah yang sama di masa depan karena kapasitas pendapatan potensial. prinsip inti keuangan menyatakan bahwa, uang yang disediakan bisa mendapatkan bunga
b.      Future Value
Adalah nilai asset dimasa mendatang yang setara dengan jumlah tertentu di hari ini dengan mempertimbangkan jangka waktu dan besaran suku bunga
Future Value atau nilai yang akan datang merupakan nilai dari uang di masa yang akan datang setelah diperhitungkan dengan bunga majemuk. Future Value dihitung dengan rumus:

FV = P0 (1+r)n
Dengan P0 adalah nilai saat ini, r adalah besarnya bunga bank, dan n adalah tahun yang diinginkan.
c.       Present Value Factor
Present value factor adalah faktor yang dapat digunakan untuk mempermudah perhitungan untuk mencari nilai sekarang dari serangkaian nilai-nilai. PVIFs dapat disajikan dalam bentuk tabel dengan PVIF nilai dipisahkan oleh masing-masing periode dan kombinasi suku bunga. [1]
Nilai uang dalam arti yang nyata tidak sama dari waktu ke waktu, nilai uang berubah terhadap waktu. Dalam analisis ekonomi teknik, besarnya perubahan tersebut diperhitungkan untuk jangka waktu tertentu. Bila alternatif rekayasa melibatkan investasi kapital untuk perlengkapan, material, dan pekerjaan maka ekonomi teknik analisis biaya proyek dapat dipergunakan sebagai bantuan untuk memutuskan ataupun untuk memilih alternatif mana yang terbaik. Dalam penerapan analisis ini perlu diketahui faktor mutlak yang sangat berpengaruh, yaitu faktor bunga untuk perubahan nilai uang. Nilai uang akan mengalami perubahan dalam rentang waktu yang berbeda. Misalnya, sejumlah uang yang dipinjam akan berubah nilainya satu tahun kemudian pada saat pengembalian. Hal ini  karena perubahan yang terjadi pada waktu antara meminjam dan mengembalikan. Perubahan tersebut dapat mencakup harga barang, material, dan pelayanan. Apabila uang tersebut dipergunakan sendiri oleh pihak pemberi modal untuk suatu  usaha, maka  memilik modal tentu sudah mendapatkan keuntungan satu tahun. Dimana nilai uang ini belum termasuk perhitungan suku bunga pinjaman, tetapi suku bunga pinjaman itu sendiri tergantung langsung dengan perubahan nilai uang. Semakin tinggi perubahan nilai uang, maka semakin besar tingkat suku bunga yang ada. Bila tingkat suku bunga terlalu tinggi maka uang akan semakin sulit bergerak, dalam arti roda ekonomi menjadi semakin lamban. Yang pada akhirnya hal ini mempengaruhi perkembangan dunia usaha karena daya beli masyarakat menurun.
Secara umum perubahan nilai uang tehadap waktu pada suatu negara tergantung kepada:
a.       Tingkat perekonomian negara itu sendiri, dan besarnya pengaruh keadaan negara  terhadap stabilitas ekonominya.
b.      Tingkat perekonomian dunia, dan sejauh mana keadaan dunia mempengaruhi ekonomi negara tersebut.
Kalau perubahan nilai uang terhadap waktu lebih tinggi dari tingkat suku bunga yang dibebankan pada suatu jenis usaha, maka hasil evaluasi ekonomi teknik terhadap usaha tersebut akan selalu negatif (tidak menguntungkan). Dalam negara berkembang, discount rate yang dipergunakan diambil alih dari pengalaman negara lain yang telah berusaha mengukur social opportunity cost of capital secara sistematis. Oleh lembaga pembiayaan internasional seperti Bank Dunia atau Asian Development Bank sering diajukan angka-angka 10%, 12%, dan 15% sebagai discount rate yang rasional untuk negara  berkembang. Di Indonesia belum ada discount rate yang ditetapkan secara umum oleh Bappenas, namun angka-angka yang dipergunakan biasanya terdapat diantara 10-15 (Gray dkk, 1997).


[1] http://www.investopedia.com/terms/f/futurevalue.asp&rurl=translate.google.co.id

Friday, January 11, 2019

Pengertian Investasi (skripsi dan tesis)



Pengertian investasi atau penanaman modal adalah pengikatan sumber-sumber dana dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba dimasa yang akan datang. Dipandang dari sudut perusahaan, investasi adalah konversi uang pada saat sekarang dengan perhitungan untuk memperoleh arus dana atau penghematan arus dana di masa datang. Investasi adalah sebagai proses identifikasi, evaluasi, perencanaan dan pembelanjaan proyek-proyek investasi utama suatu perusahaan (Suad Husnan, 1991). Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa investasi atau penanaman modal merupakan keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana, dimana jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi satu tahun.

Mekanisme stabilisasi lempung (skripsi dan tesis)



      Mekanisme stabilisasi lempung dengan semen adalah reaksi hidrasi, pozzolanic dan sementasi. Hidrasi adalah suatu proses reaksi kimia semen yang membutuhkan air untuk membentuk media perekat.Hasil hidrasi semen akan membentuk kerangka yang keras secara terus menerus dan tidak berubah lagi (pozzolanic) yang lambat laun akan tersementasi yaitu menjadi suatu struktur yang tahan terhadap pengaruh lingkungan.Kerangka keras tersebut akan memperkuat tanah karena mengikat butiran tanah, mengisi ruang kosong (pori) antar butiran tanah, karena sifat kerangka tersebut impermiabel maka akan mampu mengurangi permeabilitas, kecenderungan untuk swelling juga menurun dan memberikan ketahanan terhadap cuaca.Reaksi ini berjalan lambat sehingga memerlukan masa rawatan tertentu.(Ghani,1991).
      Hardiyatmo (2002)  menyatakan stabilisasi semen adalah untuk menaikan kekuatan tanah, namun reaksi kimia yang menghasilkan kekuatan tersebut belum diketahui dengan jelas dipercaya bahwa dua proses yaitu proses primer dan sekunder.Proses primer terdiri dari hidrolisa dan hidrasi semen, untuk mengikat butiran mineral dan agregat tanah didekatnya.Proses sekunder terdiri dari reaksi antara partikel tanah dan kalsium hidroksida terbebas selama hidrasi semen.
      Kebutuhan air untuk proses hidrasi adalah kurang lebih 25% berat semen (Tjorodimulyo,1996).
      Stabilisasi menggunakan semen tidak tergantung pada jenis mineral tanah yang distabilisasi, sehingga kekuatan dari stabilisasi tergantung pada selimut cairan semen yang mengeras (Rollings dan Rollings,1996).
      Penambahan air pada stabilisasi dengan semen mula mula akan diambil oleh tanah lempung ( karena sifat air yang dipolar yang akan tertarik oleh permukaan lempung bermuatan negatif) sehingga tanah menjadi mengembang menyebabkan bertambahnya jarak antara mineral lempung kemudian tambahan air berikutnya untuk proses hidrasi (semen menyelimuti butiran lempung dan merekatkan antar butiran baik butiran lempung maupun butiran semen sendiri) dan sebagai pelumas mineral lempung pada proses pemadatan proses yang demikian menyebabkan kebutuhan air untuk stabilisasi relatif besar.(Ghani,1991).
      Rollings dan Rollings (1996) bahwa portland semen pada saat dicampur dengan tanah atau agregat akan meningkatkan kekuatan tanah karena adanya proses hidrasi pada semen portland.Keuntungan utama penggunaan semen sebagai bahan stabilisasi adalah ikatan sementasi yang kuat yang akan mengikat partikel tanah menjadi satu kesatuan yang tersementasi.

Stabilisasi Tanah (skripsi dan tesis)



Ingles dan Metcalf (1972), menyatakan bahwa perubahan sifat tanah untuk mendapatkan persyaratan teknis tertentu disebut Stabilisasi.
      Stabilisasi adalah usaha untuk mempertinggi kemampuan tanah untuk mendapatkan pemadatan optimal.(Soekoto,1984).
Stabilisasi tanah menurut Bowles (1984), adalah meliputi salah satu tindakan dibawah ini yaitu :
1.      Menambah kerapatan tanah;
2.      Menambah material yang tidak aktif sehingga meningkatkan kohesi dan atau   tahanan gesek yang timbul;
3.      Menambah bahan tertentu yang menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi dan atau fisis pada tanah;
4.      Menurunkan muka air tanah;
5.      Menganti tanah yang buruk dengan tanah yang lebih baik;
Secara umum stabilisasi tanah dapat dibedakan kedalam dua jenis stabilisasi yaitu : Stabilisasi mekanis yang bertujuan untuk menambah kekuatan atau kapasitas dukung tanah dan mengatur gradasi butir tanah.Sedangkan stabilisasi kimiawi adalah mengandalkan kepada suatu bahan stabilisator yang dapat mengubah dan mengurangi sifat tanah yang kurang menguntungkan dalam mencapai kestabilan yang tinggi.(Soekoto,1984)
      Umumnya tanah yang mengandung banyak lempung sulit dicampur dan kadang bahan tambah dibutuhkan untuk menghasilkan perubahan sifat yang berarti, diketahui bahwa hasil yang baik dalam stabilisasi semen adalah bila tanah bergradasi baik dan mempunyai butiran halus kurang dari 50%, serta plastisitas kurang dari 18% serta batas cair kurang dari 40%.Stabilisasi tanah-semen untuk lempung walaupun kadar semen sudah ditinggikan dalam tanah lempung namun kekuatan campuran lempung - semen sangat lebih kecil dibandingkan dengan tanah berpasir dan kerikil berpasir.( Hardiyatmo,2006).
      Semen dapat bereaksi dengan semua jenis tanah dan jumlah semen yang ditambahkan untuk stabilisasi tanah lempung berkisar antara 6% - 10% berat kering tanah.(Soekoto,1984).
      Lambe (1962) dalam Hardiyatmo (2006), menyatakan banyaknya kadar semen dalam campuran tanah-semen dapat dilihat pada Tabel 2.5.
Tabel 2.5 Kadar semen yang baik untuk campuran tanah-semen ( Lambe,1962)
Macam tanah
Kadar semen (% terhadap berat)
Kerikil
5 - 10
Pasir
7 - 12
Lanau
12 – 15
Lempung
12 - 20