Saturday, January 12, 2019

Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) (skripsi dan tesis)



Untuk mengkaji kelayakan proyek sering digunakan pula evaluasi yang disebut benefit – cost ratio, B/C Ratio
Rumus yang digunakan sebagai berikut:

                        Nilai sekarang benefit               (PV) B
BCR = ------------------------------------  =          ----------
                        Nilai sekarang biaya                   (PV) C

Adapun kriteria B/C Ratio akan memberikan petunjuk sebagai berikut:
BCR > 1, usulan proyek diterima.
BCR < 1, usulan proyek ditolak.
BCR = 1, netral


Net Present Value (NPV) (skripsi dan tesis)



Istilah Net Present Value sering diterjemahkan sebagai nilai tunai bersih (sekarang) suatu proyek dikurangi dengan biaya (sekarang) proyek tersebut (Waldiyono dkk, 1986). Maka Net Present Value dari suatu proyek merupakan nilai sekarang (Present Value) dari selisih antara hasil proyek (PV dari benefit) dengan modal yang ditanam (PV dari cost) pada suku bunga tertentu. Dengan demikian untuk menentukan rasio-rasio atau Net Present Value tersebut di atas harus ditetapkan dahulu suku bunga yang akan digunakan, baik untuk menghitung present value benefit maupun cost (Kadariah dkk, 1978).
Secara verbal dapat dinyatakan bahwa Net Present Value (NPV) adalah selisih harga sekarang dari aliran kas bersih (Net Cash Flow / NCF) di masa datang dengan harga sekarang dari investasi awal pada tingkat bunga tertentu (Iman Soeharto, 1995).
Perbedaan antara nilai sekarang dari arus masuk kas dan nilai sekarang dari arus kas keluar. NPV digunakan dalam penganggaran modal untuk menganalisis profitabilitas investasi atau proyek.
Analisis NPV sensitif terhadap keandalan arus kas masa depan yang investasi atau proyek akan menghasilkan.
Kriteria nilai sekarang netto (Net Present Value) didasarkan pada konsep mendiskontokan seluruh aliran kas nilai sekarang. Dengan mendiskontokan semua aliran kas masuk dan keluar selama umur proyek (investasi) ke nilai sekarang,kemudian menghitung netto, maka diketahui selisihnya dengan memakai dasar yang sama, yaitu harga pasar saat ini. Berarti dua hal telah diperhatikan, yaitu faktor nilai waktu dari uang dan selisih besar aliran kas masuk dan keluar dengan demikian sangat membantu mengambil keputusan untuk menentukan pilihan.Adapun kas proyek investasi yang akan dikaji meliputi keseluruhan, yaitu biaya pertama, operasi, produksi, pemeliharaan dan lain-lain pengeluaran. Keuntungan dalam menggunakan metode ini antara lain : memasukkan faktor nilai waktu dari uang, mempertimbangkan semua aliran kas proyek, mengukur besaran absolute dan bukan relative sehingga mudah meningkatkan kekayaan perusahaan atau pemengang saham.
Net Present Value merupakan salah satu teknik capital budgeting yang dapat digunakan untuk menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang.

NPV = Present cash inflow - Present cash outflow

Menurut Waldiyono dkk (1996), Net Present Value (NPV) sering diterjemahkan sebagai nilai tunai bersih (sekarang) suatu proyek dikurangi dengan biaya (sekarang) proyek tersebut. Jika seandainya present value benefit lebih besar dari present value cost, berarti proyek tersebut layak untuk dilaksanakan atau menguntungkan. Dengan perkataan lain apabila NPV > 0 berarti proyek tersebut menguntungkan, dan sebaliknya jika NPV < 0 maka proyek tersebut tidak layak untuk dilaksanakan. Sedangkan untuk menentukan urutan dari alternatif proyek, diambil berdasarkan nilai NPV yang terbesar sampai dengan yang terkecil. Prioritas utama diberikan kepada proyek yang memiliki nilai NPV besar.
Jika seandainya present value benefit lebih besar dari present value cost, berarti proyek tersebut layak untuk dilaksanakan. atau menguntungkan. Dengan kata lain, apabila NPV > 0 berarti proyek tersebut menguntungkan, dan sebaliknya jika NPV < 0 berarti proyek tersebut tidak layak untuk dilaksanakan. Sedangkan untuk menentukan urutan (ranking) dari berbagai alternatif proyek, diambil berdasarkan nilai NPV yang terbesar sampai dengan yang terkecil. Prioritas utama diberikan kepada proyek yang memiliki nilai NPV terbesar.
Konsep dasar dari metode Net Present Value adalah, bahwa semua penerimaan ataupun pengeluaran mendatang yang berhubungan dengan proyek investasi yang sedang dilaksanakan, diubah kenilai sekarang dengan menggunakan tingkat bunga tertentu, yang menunjukkan jumlah biaya yang terlibat atau tingkat pengembalian yang pantas untuk jumlah biaya tersebut. Metode nilai sekarang dibuat untuk nnemudahkan perhitungan dimana cash flow-nya sangat tidak teratur, akan tetapi biasanya maksud atau implikasi dari metodenya tidak begitu saju mudah dimengerti. Metode ini meliputi perhitungan dari sejumlah uang yang besar, terutama pada proyek-proyek periode jangka panjang.

Penilaian Investasi (skripsi dan tesis)



Dalam analisa proyek ada beberapa kriteria yang sering dipakai untuk menentukan diterima atau tidaknya sesuatu usulan dalam proyek, atau untuk menentukan pilihan antara berbagai macam usulan proyek. Dalam semua kriteria itu baik manfaat (benefit) maupun biaya (cost) dinyatakan dalam nilai sekarangnya (the present value-nya) (Kadariyah, 1986). Beberapa macam kriteria investasi berupa indeks keuntungan proyek dapat mendasari keputusan-keputusan investasi yang akan diambil. Kriteria-kriteria investasi yang penggunaannya dapat dipertanggung-jawabkan yang sering digunakan dalam evaluasi proyek adalah sebagai berikut:
  1. Net Present Value (NPV).
  2. Benefit Cost Ratio (BCR)
  3. Titik Impas / Break Event Point (BEP).
  4. Internal Rate of Return (IRR).

Aliran Kas (Cash Flow) (skripsi dan tesis)



Setiap proyek mempunyai cash inflow dan cash outflow atau arus uang masuk dan arus uang keluar. Masuk dan keluarnya uang digambarkan dalam suatu daftar yang diatur secara sistematis dan kronologis.
Cash Flow (aliran kas) bukan merupakan keuntungan ataupun kerugian perusahaan. Aliran kas bersih merupakan selisih antara nilai aliran kas masuk dari penjualan kas dan sumber lain (misalnya, penjualan mesin lama) dengan aliran kas keluar untuk pembayaran tenaga kerja, bahan mentah, beban tetap, dan pajak. Biasanya, sebagian besar aliran kas masuk itu keluar lagi langsung untuk membayar rekening atau tagihan listrik, pajak, mesin baru, membangun gedung, dan sebagainya. Bagaimanapun juga aliran kas masuk bruto tidak hanya untuk pembayaran pengeluaran sehari-hari, melainkan juga termasuk uang untuk menutupi berkurangnya nilai mesin dan gedung karena lusuh. Pengurangan ini seperti diketahui, disebut penyusutan dan merupakan pengeluaran bukan kas yang dimasukkan dalam laporan rugi-laba perusahaan, yang tentu saja mengurangi keuntungan dan pajak, dan merupakan cara untuk menghindari aliran kas keluar

Biaya Operasional Gedung (skripsi dan tesis)



Biaya operasi dan pemeliharaan gedung merupakan biaya yang harus dikeluarkan secara rutin dalam setiap tahunnya selama umur ekonomis proyek. Biaya operasi dan pemeliharaan gedung menurut Poerbo (1998) meliputi:
a. Biaya operasi dan pemeliharaan gedung
b. Biaya listrik, telepon dan AC
c. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
d. Asuransi gedung dan peralatan
e. Biaya personil dari badan pengelola gedung

Pajak Perseroan (Corporation Tax) (skripsi dan tesis)



Besarnya pajak perseroan tergantung peraturan suatu negara pada suatu waktu. Dalam analisis proyek, pajak perseroan diperhitungkan sebesar 30% dari laba yang kena pajak (taxable profit). Poerbo (1998) menyebutkan bahwa laba yang terkena pajak adalah pendapatan kotor atau revenue dikurangi dengan penyusutan, dikurangi dengan biaya operasi dan pemeliharaan gedung, dikurangi lagi dengan bunga.
Berdasarkan buku Petunjuk Pengisian SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan yang diterbitkan oleh Departemen Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak, jumlah hasil penerapan tarif Pasal 17 UU PPh Tahun 2000 atas Penghasilan Kena Pajak adalah sebagai berikut:
a.       Penghasilan kena pajak sampai Rp 50.000.000,00 dikenakan pajak 10 %
b.      Penghasilan   kena   pajak   berikutnya   di   atas   Rp   50.000.000,00 -   Rp 100.000.000,00 dikenakan pajak 15 %
c.       Penghasilan kena pajak berikutnya diatas Rp 100.000.000,00 dikenakan pajak 30%
d.      Penghasilan dimaksud diatas adalah penghasilan bersih perusahaan
Dengan demikian, pengeluaran total proyek yang diperhitungkan dalam evaluasi finansial adalah pengeluaran-pengeluaran untuk pengembalian modal sendiri, pengembalian kredit pinjaman beserta bunganya, pengeluaran operasional dan pemeliharaan, biaya penyusutan untuk barang-barang umur ekonomisnya lebih pendek dari umur ekonomis proyek, dan pengeluaran untuk pajak.

Pengembalian Modal Pinjaman termasuk Bunga (skripsi dan tesis)



Bila selama masa konstruksi tidak dilakukan pembayaran pokok maupun bunga, maka periode tersebut disebut masa tenggang (grace period) tetapi pengembalian modal pinjaman memiliki masa tenggang waktu tertentu. Tenggang waktu tersebut diperhitungkan sejak peminjaman sampai proyek menghasilkan pendapatan atau keuntungan atau setelah berakhirnya masa konstruksi suatu tahapan pelaksanaan. Besarnya modal pinjaman yang harus dikembalikan adalah perkembangan nilai pinjaman akibat pembebanan, bunga sejak modal pinjaman itu dipakai selama masa tenggang waktu (waktu pelaksanaan). Kuiper dalam Kodoatie (1994) menyatakan bahwa terdapat beberapa cara pengembalian hutang, diantaranya adalah:
a.       Pengembalian hutang dengan tidak melakukan cicilan baik cicilan bunga maupun cicilan pokok pinjaman. Untuk metode ini modal pinjaman pada saat ini (present value) akan berkembang menjadi nilai yang akan datang (future value) sesuai dengan tingkat bunga dan masa pengembalian kredit.
b.      Pengembalian hutang dengan hanya membayar bunganya saja selama waktu pinjaman sehingga pada akhir waktu peminjaman, pinjaman yang harus dibayarkan masih sama dengan pinjaman awal.
c.       Pengembalian hutang dengan cara membayar bunga setiap tahun sesuai dengan tingkat bunga selama masa pengembalian kredit ditambah pembayaran angsuran modal pinjaman. Angsuran modal pinjaman ini dapat diartikan sebagai nilai uang yang akan datang (future value) dari modal pinjaman adalah ekivalen dengan nilai pembayaran tahunan (annual payment) sebesar angsuran modal pinjaman selama masa pengembalian kredit pada tingkat suku bunga yang telah ditentukan.
d.      Pengembalian hutang dengan cara melakukan cicilan baik cicilan bunga maupun cicilan pokok pinjaman. Pada metode ini modal berkurang setiap bulan, sehingga bunga yang dikenakan pada pinjaman juga berkurang. Pada penelitian ini diperhitungkan pengembalian modal pinjaman menggunakan metode pengembalian hutang dengan cara melakukan cicilan baik cicilan bunga maupun cicilan pokok pinjaman.