Supply Chain adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara
bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menhantarkan suatu produk ke
tangan pemakai akhir. Perusahaan-perusahaan tersebut biasanya termasuk
supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan-perusahaan
pendukung seperti perusahaan jasa logistik (Pujawan, 2010). Menurut Darojat dan
yunitasari (2017) Supply chain adalah terintegrasinya suatu proses dimana
sejumlah entity bekerja bersama demi mendapatkan raw material, mengubah raw
material menjadi produk jadi, dan mengirimkannya ke retailer dan customer.
Selain sebagai kesatuan dari Supplier, Manufacturing, Customer, dan Delivery
Process, supply chain juga merupakan suatu sistem tempat organisasi
menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Anititawati
dkk (2016) mengatakan Supply Chain adalah sekumpulan aktivitas terkait jaringan
fasilitas dan pilihan distribusi yang mencakup keseluruhan interaksi antara
pemasok, perusahaan, manufaktur, distributor, dan konsumen yang menjalankan
fungsi dari pengadaan material, pengolahan material tersebut menjadi barang
setengah jadi maupun barang jadi, dan pendistribusian barang jadi tersebut
kepada pelanggan.
Pujawan (2010) menambahkan secara kongrit, Pada suatu supply chain
biasannya ada 3 macam aliran yang harus dikelola. Pertama adalah aliran barang
yang mengalir dari hulu (upstream) ke hilir (downstream). Contohnya adalah
bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik. Setelah produk selesai
diproduksi, mereka dikirim ke distributor, lalu ke pengecer atau ritel, kemudian ke
pemakai akhir. Yang kedua adalah aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari
hilir ke hulu. Yang ketiga adalah aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke
hilir ataupun sebaliknya. Informasi tentang persediaan produk yang masih ada di
masing-masing supermarket sering dibutuhkan oleh distributor maupun pabrik.
Informasi tentang ketersediaan kapasitas produksi yang dimiliki oleh supplier
juga sering dibutuhkan oleh pabrik.
No comments:
Post a Comment